Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pejabat India Tuding Jeans Robek Sebabkan "Kerusakan Moral"

Agregasi BBC Indonesia , Jurnalis-Senin, 22 Maret 2021 |15:52 WIB
Pejabat India Tuding Jeans Robek Sebabkan
Jeans robek (Foto: Daily Star)
A
A
A

Ucapan Rawat juga memicu badai cekaman di Twitter oleh ribuan perempuan India - dan beberapa pria - yang membagikan foto mereka mengenakan jeans robek. Dari tagar #RippedJeansTwitter hingga #RippedJeans menjadi tren selama berjam-jam.

Beberapa warganet juga ikut menyebut Rawat di akun Twitter mereka. Bahkan beberapa menasihatinya untuk mengkhawatirkan hal-hal yang lebih penting seperti "ekonomi yang rusak" dan "keselamatan perempuan":

Pada Jumat (19/3), Rawat mengucapkan permintaan maaf. Dia menyesal jika komentarnya menyakiti siapa pun. Rawat mengatakan niatnya bukan untuk menunjukkan rasa tidak hormat kepada siapa pun dan menegaskan semua orang bebas mengenakan apa yang mereka pilih.

Dia bukan satu-satunya politisi India yang mengeluarkan nasihat tentang pakaian untuk perempuan.

Lima tahun lalu, Menteri Kebudayaan Mahesh Sharma menyarankan agar dalam daftar yang diberikan kepada turis di bandara mengatur bahwa mereka tidak boleh mengenakan rok atau gaun selama di India dan tidak boleh keluar sendirian di malam hari di kota-kota kecil.

Pada tahun 2014, penyanyi legendaris KJ Yesudas dikritik karena mengatakan perempuan tidak boleh mengenakan jeans karena "bertentangan dengan budaya India" dan memprovokasi perilaku yang "tidak diinginkan".

Pembatasan pakaian, terutama untuk perempuan dewasa dan anak, secara rutin dilaporkan terjadi di pedesaan India, dengan budaya patriarki.

Minggu lalu, dewan kasta desa di negara bagian Uttar Pradesh mengatakan perempuan dengan jeans dan rok - dan anak laki-laki dengan celana pendek - akan diboikot secara sosial.

Satu dekade lalu, dewan kasta di desa Battisa di Uttar Pradesh telah melarang anak perempuan mengenakan jeans atau menggunakan ponsel.

Pada 2014, pertemuan sesepuh desa dari 46 desa mengumumkan larangan serupa. Tiga tahun kemudian, desa-desa di Haryana dan Rajasthan juga melarang perempuan membawa ponsel atau mengenakan jeans.

Denim pertama kali mendapatkan popularitas di India pada 1980-an dan selama bertahun-tahun telah menjadi pakaian pilihan, terutama bagi kaum muda, di seluruh negeri.

Pasar denim India bernilai lebih dari USD4 miliar atau Rp57,6 triliun dan diperkirakan akan tumbuh menjadi Rp172,9 triliun pada 2028.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement