Penanganan Korban Bom Gereja Katedral Dipusatkan di RS Bhayangkara

Faisal Mustafa, Koran SI · Minggu 28 Maret 2021 16:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 28 609 2385444 penanganan-korban-bom-gereja-katedral-dipusatkan-di-rs-bhayangkara-H6jhVf9RxV.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

MAKASSAR - Sejumlah polisi bersenjata lengkap berjaga di Rumah Sakit Stella Maris, Jalan Datu Museng, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Rumah sakit tersebut merupakan salah satu tempat perawatan korban bom bunuh diri Gereja Katedral.

Nampak dua ambulans Rumah Sakit Bhayangkara bersiap sekitar pukul 15.00 Wita. Tidak lama menyusul datang Kabid Dokkes Polda Sulsel Kombes Pol dr Yusuf M. Informasi yang dihimpun ada tiga korban yang dirawat di RS Stella Maris.

Baca Juga:  Korban Bom di Gereja Katedral Makassar Bertambah Jadi 19 Orang

Sekitar pukul 15.20 Wita, satu korban lelaki keluar dari ruang IGD RS Stella Maris, lukanya terlihat di bagian perut dan kepala, seperti luka terbakar. Didampingi perempuan yang mengaku istrinya, ikut naik di ambulans RS Bhayangkara.

"Sekuriti di sana (Katedral). Waktu kejadian jauh dari lokasi. Tapi tidak bisa mendengar. Dg Tompo (nama korban) 60 tahun," ungkap Hamsiah, istri salah satu korban.

Sekitar pukul 15.40 Wita, satu korban lagi keluar dari ruang IGD. Nampak lukanya cukup parah di bagian wajah. "Namanya Cosman, iya sekuriti juga (yang hadang)," ungkap Jhon, keluarga korban.

Rombongan Kapolda Sulsel Irjen Pol Merdisyam dan Panglima Kodam XIV Hasanuddin, Mayjen TNI Andi Sumangerukka tiba sekitar pukul 15.50 Wita. Didampingi Walikota Makassar, Danny Pomanto dan sejumlah pejabat utama Polda Sulsel.

"Semuanya kita bawa ke RS Bhayangkara, untuk memudahkan kontrol dan pengawasan terpadu. Ada yang luka berat, sedang, dan ringan," ungkap Merdisyam.

Baca Juga:  Misteri Perempuan Terekam CCTV Beri Kode saat Bom Bunuh Diri di Gereja Katedral

Dia menjelaskan, satu orang wanita berinisial EJ (19), mengalami luka ringan, lecet di bagian kaki dan tangan. "Sudah dipulangkan. Kita berikan rawat jalan," ucapnya.

"Kemudian, yang masih dianggap luka berat, seperti luka bakar, ini kita rawat intensif di RS Bhayangkara. Sampai sekarang sudah 7 orang kita rawat. Di Siloam 4 orang. Dengan data yang sudah pulang tadi ada 20 korban (bom bunuh diri)," kata Merdisyam.

 

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini