Upacara Pemakaman Korban Demo Anti-kudeta, Militer Myanmar Lepaskan Tembakan

Agregasi VOA, · Senin 29 Maret 2021 05:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 29 18 2385627 upacara-pemakaman-korban-demo-anti-kudeta-militer-myanmar-lepaskan-tembakan-RtGpN7ifC9.jpg Militer Myanmar lepaskan tembakan saat prosesi pemakaman korban demo anti-kudeta militer (Foto: AFP)

YANGON - Pasukan keamanan Myanmar melepaskan tembakan pada upacara pemakaman pada Minggu (28/3), sehari setelah lebih dari 100 orang tewas dalam protes terhadap kudeta militer 1 Februari.

Menurut para saksi mata, para pelayat melarikan diri dari pemakaman di Bago, dekat ibu kota komersial Yangon, ketika mendengar suara tembakan. Tidak ada laporan tentang jatuhnya korban jiwa.

Pemakaman berlangsung bagi Thae Maung Maung, 20 tahun, yang merupakan salah satu dari sekitar 114 orang yang tewas pada Sabtu (27/3), hari paling berdarah sejak junta militer merebut kekuasaan.

Para kepala pertahanan dari belasan negara, termasuk Amerika Serikat (AS), mengeluarkan pernyataan bersama yang langka pada Sabtu (27/3) yang mengecam penggunaan kekerasan mematikan oleh Myanmar terhadap rakyat yang tidak bersenjata.

“Militer profesional mengikuti standar perilaku internasional dan bertanggung jawab untuk melindungi – bukan melukai – rakyat yang dilayaninya,” kata pernyataan itu.

(Baca juga: Tanam 10 Miliar Pohon, Arab Saudi Buat Green Middle East Initiative)

“Kami mendesak Angkatan Bersenjata Myanmar untuk menghentikan kekerasan dan bekerja untuk memulihkan rasa hormat dan kepercayaan dari rakyat Myanmar yang telah hilang karena tindakannya,” terangnya.

Pernyataan tersebut didukung oleh kepala pertahanan dari Australia, Inggris, Kanada, Denmark, Jerman, Yunani, Italia, Jepang, Belanda, Korea Selatan dan Selandia Baru.

Menanggapi pembunuhan pada Sabtu (27/3), juru bicara Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres “mengutuk keras pembunuhan puluhan warga sipil, termasuk anak-anak dan remaja, oleh pasukan keamanan di Myanmar" dan mendesak militer agar menahan diri dari kekerasan dan represi.

(Baca juga: Viral! Guru TK Ini Banting dan Usir Muridnya dari Kelas)

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini