Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

KLB Moeldoko Ditolak Pemerintah, Pesan AHY ke Kader: Jangan Euforia Berlebihan

Kiswondari , Jurnalis-Rabu, 31 Maret 2021 |15:29 WIB
KLB Moeldoko Ditolak Pemerintah, Pesan AHY ke Kader: Jangan Euforia Berlebihan
Agus Hari Murti Yudhoyono (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memetik banyak pelajaran atas peristiwa Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Deliserdang yang pengesahannya ditolak Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna H Laoly.

Menurutnya, jalan untuk memperjuangkan demokrasi dan membangun partai memang tidak mudah. Membutuhkan kerja keras, keringat, air mata, kegigihan dan kesabaran untuk sama-sama membesarkannya.

"Sementara itu tidak sedikit orang-orang yang berusaha mencari shortcut, jalan pintas menjalankan segala cara, menghalalkan segala cara termasuk melakukan pembegalan dan perampokan partai politik dengan cara-cara yang tidak etis, ilegal dan inkonstitusional," kata AHY dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Kantor DPP Partai Demokrat, Jalan Proklamasi No. 41, Menteng, Jakarta, Rabu (31/3/2021).

Baca juga: Sebut Ada Pertentangan Ideologi di Demokrat, AHY: Moeldoko Telah Keluar dari Akal Sehat

Sementara itu, AHY melanjutkan, dalam situasi perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dewasa ini, fenomena dan ancaman politik juga terus membayangi demokrasi, di mana kebohongan yang diulang-ulang bisa dipercaya oleh sebagian masyarakat dan menjadi kebenaran yang baru.

Baca juga: Menkumham Tolak KLB Moeldoko, AHY: Terima Kasih Presiden Jokowi

"Misalnya ada upaya-upaya untuk merekayasa opini publik terkait legalitas partai dan juga upaya memanipulasi sejarah pendirian Partai Demokrat untuk itu sesulit apapun mari kita terus memperjuangkan kehidupan demokrasi yang sehat dan beradab di negeri ini," terang lulusan Harvard University ini.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement