Dituduh Sebarkan Virus Covid-19, Pramugara Dihukum Penjara 2 Tahun

Susi Susanti, Koran SI · Kamis 01 April 2021 10:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 01 18 2387652 dituduh-sebarkan-virus-covid-19-pramugara-dihukum-penjara-2-tahun-d856AitoEY.jpg Maskapai penerbangan Vietnam Airlines (Foto: CNN)

HANOI - Pengadilan di Vietnam menjatuhkan hukuman penjara yang ditangguhkan selama dua tahun kepada pramugara Vietnam Airlines pada Selasa (30/3). Dia dinyatakan bersalah melanggar aturan karantina Covid-19 dan menyebarkan virus ke orang lain.

Melalui sebuah pernyataan, Kementerian Keamanan Publik Vietnam mengatakan Duong Tan Hau, 29, dihukum karena "menyebarkan penyakit menular berbahaya" pada persidangan satu hari di Pengadilan Rakyat Kota Ho Chi Minh.

Menurut dakwaan yang diposting di situs web kementerian kepolisian, Hau melanggar peraturan karantina 14 hari di negara itu dan bertemu dengan 46 orang lainnya setelah penerbangannya dari Jepang pada November tahun lalu.

Hau telah berbaur dengan orang lain selama masa karantina negara bagian dan mengunjungi kafe, restoran dan menghadiri kelas bahasa Inggris, padahal dia seharusnya mengisolasi diri. Dia dinyatakan positif Covid-19 pada 28 November tahun lalu.

(Baca juga: Studi: COVID-19 Tingkatkan Angka Kematian Ibu dan Kelahiran Mati)

Pelanggaran Hau ini mengakibatkan karantina dan pengujian sekitar 2.000 orang lainnya di kota dengan biaya sekitar USD194.000 (Rp2,8 miliar).

Media pemerintah mengatakan dia telah menginfeksi setidaknya tiga orang lainnya.

"Pelanggaran Hau serius, membahayakan masyarakat dan membahayakan keselamatan masyarakat," kata pernyataan itu.

Reuters tidak dapat segera menghubungi pengacaranya untuk dimintai komentar.

Seperti diketahui, Vietnam telah dipuji atas upayanya untuk menahan virus melalui pengujian dan pelacakan massal serta karantina terpusat yang ketat. Ini telah mencatat kurang dari 2.600 infeksi Covid-19 dan hanya 35 kematian akibat penyakit tersebut.

(Baca juga: Dituduh Lakukan Spionase, Italia Usir Dua Diplomat Rusia)

Pada bulan Desember tahun lalu, Vietnam menghukum kepala Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Hanoi selama 10 tahun penjara setelah dinyatakan bersalah melakukan kesalahan terkait dengan pengadaan peralatan yang dimaksudkan untuk membantu mengatasi wabah Covid-19.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini