Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Deretan Aksi Teroris Serang Polisi, dari Bom Bunuh Diri Solo hingga Penyerangan Mabes

Carlos Roy Fajarta , Jurnalis-Kamis, 01 April 2021 |10:27 WIB
Deretan Aksi Teroris Serang Polisi, dari Bom Bunuh Diri Solo hingga Penyerangan Mabes
Suasana di Mabes Polri usai diserang terduga teroris, Kamis (1/4/2021). (Foto : MNC Portal/Raka Dwi Novianto)
A
A
A

JAKARTA - Seorang perempuan berinisial ZA menerobos masuk Markas Besar (Mabes) Polri, pada Rabu (31/3/2021). Ia tampak membawa senjata api dan sempat menembak enam kali secara sporadis. Polisi pun mengambil tindakan tegas dengan menembak mati terduga teroris tersebut.

Penyerangan menyasar kantor kepolisian tersebut bukanlah kali ini saja terjadi. Berikut sejumlah peristiwa penyerangan terduga teroris yang menyasar ke kantor polisi :

1. Bom Bunuh Diri Polres Solo

Bom bunuh diri yang dilakukan Nur Rohman terjadi di halaman Mapolres Solo, Jawa Tengah pada Selasa, 5 Juli 2016. Pelaku bom bunuh diri diduga anggota kelompok jamaah Anshar Daulah Khilafah Nusantara (JAKDN) yang masih bagian dari kelompok militan ISIS Indonesia, Aman Abdurrahman yang kini masih belum ditangkap.

Nur Rohman diketahui merupakan anggota kelompok Hisbah Solo dan pernah merakit senjata jenis M-16 di Masjid Al Wusto Mangkunegaran.

2. Bom Pos Pol Sarinah

Serangan bom bunuh diri disertai penembakan ini terjadi di sekitar Plaza Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis 14 Januari 2016. Ledakan terjadi di tempat parkir Menara Cakrawala depan gerai Strarbuck gedung sebelah utara Sarinah dan pos polisi depan gedung tersebut.

 

Delapan orang meninggal dunia, empat di antaranya pelaku penyerangan. 24 orang lainnya luka-luka termasuk polisi dalam peristiwa yang dikenal dengan istilah bom Sarinah atau bom Thamrin.

ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. Tujuh orang terlibat. Pimpinan ISIS Indonesia Aman Abdurahman kemudian divonis hukuman mati atas serangan tersebut. Aman Abdurahman yang juga pimpinan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) –organisasi teroris berafiliasi ke ISIS- merancang serangan bom itu di balik penjara.

Bom pertama meledak di depan gerai Starbucks Sarinah pukul 10.40 WIB. Disusul tiga ledakan berikutnya di pos polisi persimpangan Sarinah. Kemudian dua ledakan lainnya terjadi di dalam gerai Starbucks.

Baca Juga : Perintahkan Aparat Tingkatkan Kewaspadaan, Jokowi: Mari Bersatu Lawan Terorisme

Setelah ledakan tersebut, polisi menyergap beberapa pelaku serangan yang diwarnai baku tembak. Polisi menembak mati tiga pelaku dan dua lagi ditangkap. Sementara pelaku-pelaku lainnya tewas dalam bom bunuh diri.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement