Baca juga: Polisi Sebut Pelaku Teror di Mabes Polri 'Lone Wolf'
“Yang terlihat saat ini adalah sebagai suicide bomber, pelaku bom bunuh diri. Padahal di balik itu semua ada peran-peran yang dimainkan oleh perempuan, selain sebagai pelaku bom bunuh diri,” lugasnya.
“Misalkan peran mereka itu sebagai motivator, seperti yang ada di Makassar (bom bunuh diri di depan Gereja Katedral). MM (terduga teroris) untuk meyakinkan YSF dan L (pengantin baru pelaku bom bunuh diri Makassar),” terangnya.
Dia melanjutkan, peran perempuan selanjutnya dilakukan melalui bidang pendidikan. Terlebih di sekolah-sekolah berpaham radikal, peran pendidik sangat berpengaruh untuk membentuk karakter anak.
“Ada peran (perempuan) lagi sebagai educator, sebagai pendidik dan itu ada perempuan. Saya mencontohkan proses radikalisasi sampai berujung pada terorisme itu sudah dimulai dari pendidikan yang secara formal di sekolah-sekolah yang radikal,” ujarnya.