Wanita Muda di Madina Jual Keperawanan, Ditipu Muncikari dan Diperkosa Pengangguran

Ahmad Husein Lubis, iNews · Kamis 01 April 2021 06:46 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 01 608 2387551 wanita-muda-di-madina-jual-keperawanan-ditipu-muncikasr-dan-diperkosa-pengangguran-yboElpuoxP.jpg Foto: iNews

MADINA - Terdesak kebutuhan hidup, seorang gadis belia nekad menjual keperawanannya kepada pria hidung belang melalui perantara muncikari. Namun sang gadis justru diperkosa setelah sebelumnya sempat dicekoki minuman keras (miras).

Unit PPA Satreskrim Polres Mandailing Natal, Sumatera Utara menerima laporan kasus pemerkosaan yang dialami seorang gadis belia berinisial WS, warga Padang Sidimpuan, Sumut.

WS mengaku disekap dan diperkosa oleh seorang pria di sebuah warung miras di Desa Sopo Tinjak, Mandailing Natal. Korban juga mengaku sebelum diperkosa, ia sempat dicekoki miras hingga mabuk dan tak sadarkan diri.

Menerima laporan tersebut, polisi lantas mengamankan 2 orang pelaku, seorang wanita FJ dan seorang pria LR.

Kasat Reskrim Polres Mandailing Natal, AKP Azuar Anas mengatakan, pelaku wanita yang diamankan diketahui sebagai muncikari yang menjajakan korban kepada pria hidung belang. Kepada polisi FJ mengaku bahwa korbanlah yang datang menawarkan keperawanannya seharga Rp25 juta karena terdesak kebutuhan hidup. 

Baca juga: Modus Minta Kerik, Pria Ini Setubuhi Gadis ABG hingga Hamil

Hal ini dibuktikan pelaku berdasarkan salinan percakapan via chatting Whatsapp antara dirinya dengan korban.

Namun korban justru dijual kepada pria pengangguran yang kemudian memperkosanya setelah korban dicekoki minuman keras.

Atas dasar inilah korban melaporkan kasus perkosaan yang dialaminya kepada polisi. Tak butuh waktu lama, polisi lantas meringkus kedua pelaku yang diduga sebagai muncikari dan pelaku perkosaan.

Baca juga: Kronologi Pembunuhan Pemandu Lagu, Ditabrak Truk & Diperkosa Penjaga Kafe

Sementara polisi masih mengembangkan kasus ini karena pengakuan korban dan muncikari yang masih berbelit-belit.

Berbelit-belitnya pemeriksaan karena korban mengaku dijanjikan uang sesuai dengan kesepekatan hasil menjual keperawanan, sementara pengakuan muncikari justru korban telah berpacaran dengan pelaku.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini