Heboh Pangeran Hamzah Ditangkap Militer, Jenderal Yordan Sebut Sedang Lakukan Investigasi

Mohamad Yan Yusuf, Sindonews · Minggu 04 April 2021 14:53 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 04 18 2389137 heboh-pangeran-hamzah-ditangkap-militer-jenderal-yordan-sebut-sedang-lakukan-investigasi-z7erKr2U66.jpg foto: BBC

AMMAN – Mantan Putra Mahkota Yordania Hamzah bin Hussein mengatakan dalam sebuah rekaman video, bahwa dia berada di bawah tahanan rumah dan telah diberitahu untuk tinggal di rumah dan tidak menghubungi siapapun.

(Baca juga: Mantan Putra Mahkota Yordania Hamzah Ditahan, Dilarang Menghubungi Siapapun)

Menanggapi hal tersebut, Ketua Kepala Staf Gabungan Mayjen Yousef Huneiti membantah bila pihaknya menahan mantan Putra Mahkota Yordania, Pangeran Hamzah bin Hussein.

Yousef menjelaskan kedatangannya ke istana Pangeran Hamzah sebagai bentuk investigasi dan klarifikasi terhadap penyidikan yang dilakukan pihaknya.

(Baca juga: Tuduhan Kudeta, Sejumlah Mantan Pejabat dan Anggota Kerajaan Yordania Ditahan)

Melansir The Jordan Times, Minggu (4/4/2021) Yousef menjelaskan bahwa kedatangannya untuk investigasi dan meminta Pangeran menghentikan semua kegiatan atau gerakan yang dieksploitasi.

"Hal ini untuk menargetkan keamanan dan stabilitas Yordania sebagai bagian dari penyelidikan komprehensif dilakukan oleh otoritas keamanan," katanya saat mengutip media setempat.

Sebelumnya diketahui kondisi Istana Yordania memanas dimasa pandemi Covid-19 setelah ekonomi negara itu runtuh. Tak banyak sumber daya alam serta menanggung gelombang pengungsi dari perang saudara di Suriah, membuat stabilitas politik dan ekonomi negara ini mulai kacau.

Pangeran Hamzah dan beberapa tokoh penting seperti mantan menteri keuangan Bassem Awadallah dan anggota keluarga kerajaan Sharif Hassan Bin Zaid pun sempat diisukan menjadi tahanan rumah.

Meski demikian, Yousef sendiri membantah bila adanya penahanan rumah yang dilakukan pihaknya kepada Pangeran Hamzah. Meski demikian ia membenarkan bila pihaknya menahan Sharif Hassan Bin Zeid dan mantan menteri Bassem Awadallah, dan lainnya.

"Mereka ditangkap sebagai bagian dari itu," katanya seperti ditulis dalam berita itu.

Selain itu, melalui Kantor Berita Yordania, Petra. Panglima militer ini menambahkan bahwa penyelidikan masih berlangsung dan hasilnya akan diungkapkan dengan transparan dan jelas.

"Prosedur yang telah diambil sesuai dengan hukum dan dilakukan setelah dilakukan investigasi secara menyeluruh," sambungnya.

Kendati demikian, Yousef menekankan apa yang dilakukannya untuk menjaga stabilatas dan keamanan Yordania.

"Tidak ada yang berada di atas hukum dan bahwa stabilitas dan keamanan Yordania di atas semua pertimbangan," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini