TANGERANG - Banjir besar disertai hujan petir dan angin kencang yang terjadi di Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT), telah merendam sejumlah desa dari dua kecamatan Malaka Tengah dan Weliman.
Warga pun terisolir. Jalan darat tidak bisa ditempuh, karena banjir di semua desa sudah rata hingga setinggi 1 meter dengan arus yang cukup deras. Tidak ada yang bisa dikontak, jaringan listrik sudah mati sejak dua hari lalu.
"Saudara-saudara saya yang di Malaka terisolir tidak bisa keluar lagi, karena alat evakuasi yang minim dan banjir yang sudah tutup genteng rumah," kata Sherlybouk dalam @shenoershe, dikutip dari Twitter, Senin (5/4/2021).
Baca Juga: Basarnas Temukan 8 Korban Tewas Banjir Bandang Kabupaten Alor NTT
Dalam postingannya, tampak tangkapan layar grup Pembaca Vox NTT Malaka yang menyebut, bahwa ribuan nyawa warga dari desa yang terisolir, seperti Fahiluka, Railor, Bereliku, Forekmodok, Aintasi dan lainnya terencam.
"Sudah dua hari di sana tertutup banjir. Masyarakat tidak bisa masak dan di atas genteng. Kapal untuk evakuasi juga sedikit. Saudara-saudara saya di sana tidak bisa dihubungi sampai sekarang," sambung Sherly.
Baca Juga: 17 Desa di Kabupaten Malaka NTT Terendam Banjir
Permohonan yang sama diungkapkan Floriana Bria dalam akunnya @Floribria. Menurutnya, jika tidak segera dievakuasi, maka akan banyak korban jiwa dari warga yang terisolasi sejak dua hari lalu.
"Malaka butuh helikopter. Kalau tidak pakai heli, ribuan nyawa akan melayang. Di Adonara, jenazah sudah ditemukan, karena lokasi dapat dijangkau. Mohon yang berwenang membantu Malaka, ujung pulau Timor," jelasnya.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.