JAKARTA - Badan SAR Nasional (Basarnas) melaporkan perkembangan hasil proses evakuasi yang dilakukan pada hari pertama bencana banjir bandang yang melanda 3 desa di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT). Hasilnya, sebanyak 8 orang ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.
Laporan tersebut disampaikan oleh Humas Basarnas, Yusuf Latief saat menerima data yang diberikan kantor pencarian dan pertolongan Maumere, NTT. Dalam laporan tersebut, tiga desa yang terdampak di antaranya; Desa Tamakh, Kecamata Pantar Tengah, Kabupaten .Alor, Desa Walai Selatan, Kecamatan Alor Tengah Utara dan Kampung Mainang Desa Malaitea, Kecamatan Alor Selatan.
"Telah ditemukan korban sebanyak 8 orang dalam kondisi meninggal dunia dengan rincian 5 orang ditemukan di Desa Tamakh Kecamatan Pantar Tengah, 2 orang ditemukan di Desa Welai Selatan, Kecamatan Alor Tengah Utara dan 1 orang ditemukan di Desa Malaitea Kecamatan Alor Selatan," bunyi laporan tersebut yang diterima MNC Portal Indonesia, Minggu (4/4/2021) malam.
Baca Juga: Banjir Bandang di NTT, Ucapan Doa Menggema di Media Sosial
Tak hanya itu, dalam laporan itu juga disebutkan sebanyak 11 orang masih dalam pencarian, dengan rincian total korban berjumlah 4 orang di Desa Tamakh, Kecamatan Pantar Tengah, 2 orang di Desa Welai Selatan Kecamatan Alor Tengah Utara dan 5 orang di Desa Malaitea, Kecamatan Alor Selatan.