JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo mengatakan, Kabupaten Lembata dan Pulau Adonara, Flores Timur, wilayah terdampak paling parah akibat bencana banjir bandang di Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Paling parah adalah Adonara dan Lembata, di mana masih ada sejumlah korban hilang, masih belum ditemukan, termasuk Kabupaten Alor,” jelas Doni dalam rapat koordinasi secara virtual, Selasa (6/4/2021) malam.
Baca Juga: Bencana di NTT, Pesawat Kargo hingga Dapur Umum Sudah Siaga
Sementara data per 6 April 2021 pukul 20.00 WIB, jumlah korban dari bencana NTT sebanyak 117 orang. Sementara itu, total orang yang hilang sampai saat ini sebanyak 76 orang. Jumlah tersebut tersebar di Flores Timur yang meninggal 60 orang, Kabupaten Alor meninggal 21 orang, di Malaka yang meninggal 3 orang, Kabupaten Kupang 1 orang, Kota Kupang 1 orang, Lembata 28 orang, Sabu Raijua 2 orang, dan Ende 1 orang.
Baca Juga: Update Bencana NTT: 84 Meninggal Dunia, 103 Orang Hilang dan 2.683 Jiwa Terdampak
Berikut lokasi terdampak bencana di Provinsi NTT:
Kota Kupang
- Meninggal dunia: 1 jiwa
- Terdampak: 743 KK/2.190 jiwa
- Rumah terdampak: 657 unit
- Rumah rusak sedang: 10 unit
Kabupaten Flores Timur
- Meninggal dunia: 49 jiwa
- Luka-luka: 22 jiwa
- Hilang: 23 jiwa
- Pengungsi: 256 jiwa
- Terdampak: 218 KK
- Rumah rusak berat: 82 unit
- Rumah rusak ringan: 34 unit
- Rumah terdampak: 97 unit