Pura-pura Jadi Pocong Demi Konten, 6 Bocah Didatangi Polisi

Solichan Arif, Koran SI · Jum'at 09 April 2021 22:13 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 09 519 2392283 pura-pura-jadi-pocong-demi-konten-6-bocah-didatangi-polisi-MK4JPF34OV.JPG Bocah yang nyaru jadi pocong diamankan polisi (foto: ist)

BLITAR - Demi sebuah konten youtube, MN (16) pelajar asal Desa Kalipucung Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar nekat menyaru menjadi hantu pocong untuk menakut nakuti orang lewat. Bukannya dapat konten yang menarik. Aksi MN justru dianggap meresahkan, dan oleh warga diadukan ke aparat kepolisian.

Yang bersangkutan bersama lima temannya yang berusia sebaya, seketika digelandang ke mapolsek setempat.

"Awalnya dapat informasi dari warga, lalu kita cek, ternyata benar," kata Kapolsek Sanankulon, AKP Wahono kepada wartawan Jumat (8/4/2021).

Baca juga:  Viral Pasangan Menikah Tanpa Pelaminan, Alasannya Bikin Haru

Di depan petugas, mereka mengakui ide hantu pocong adalah gagasan bersama. MN menyediakan diri untuk didandani. Sekujur tubuh bocah laki laki tersebut, diselubungi kain putih, dan hanya menyisakan bagian muka yang terlihat. Sementara kelima rekannya, yakni RN (15), DE (13), MR (15), AF (14), dan AP (15) hanya menemani sekaligus ada yang merekam adegan. Mereka mengambil tempat di pinggir jalan raya.

Lokasinya bersebelahan dengan perlintasan kereta api desa setempat. Setiap ada orang yang melintas, MN langsung beraksi meloncat loncat. Tidak sedikit warga yang kaget. Namun setelah tahu hanya ulah anak anak, mereka membiarkan begitu saja. Namun tidak sedikit warga yang merasa resah, dan lalu melapor ke kepolisian setempat.

"Tentunya ini membahayakan orang lain dan diri sendiri. Apalagi lokasinya berada di dekat rel kereta api," terang Wahono.

 Baca juga: Sedih! Balita Ini Panggil Ayahnya yang Sudah Meninggal di Buku Yasin

Karena menganggap belum mendapat gambar yang bagus, MN beserta timnya mengulangi aksi pranknya. Pada hari kedua tersebut petugas Polsek Sananakulon mendatangi mereka sekaligus membawa ke mapolsek.

Apa yang dilakukan MN dan timnya mungkin bentuk kreatifitas remaja hari ini. Namun mereka tidak mempertimbangkan keselamatan. Menurut Wahono, orang tua anak anak tersebut juga dihadirkan. Di depan orang tua masing masing, mereka diminta berjanji tidak mengulangi perbuatan.

"Kita minta berjanji untuk tidak mengulangi hal yang membahayakan sekaligus meresahkan," pungkas Wahono.

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini