Bongkar Dugaan Mafia Kasus, LQ Indonesia Lawfirm Minta Presiden Jokowi dan Jaksa Agung Turun Tangan

Fitria Dwi Astuti , Okezone · Sabtu 10 April 2021 22:43 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 10 1 2392642 bongkar-dugaan-mafia-kasus-lq-indonesia-lawfirm-minta-presiden-jokowi-dan-jaksa-agung-turun-tangan-SnANRzgTor.jpg Foto: Dok LQ Indonesia Lawfirm

JAKARTA- Advokat Jaka Maulana dari LQ Indonesia Lawfirm meminta kepada Presiden Joko Widodo dan Jaksa Agung ST Burhanuddin, untuk turun tangan mengatasi skandal mafia kasus yang diduga melibatkan Chaerul Amir, Sekretaris Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara (Ses Jamdatun) Kejagung, Jumat (9/4/21).

Jaka mengaku mempunyai bukti rekaman Chaerul Amir melakukan intimidasi kepada kliennya berinisial SK dan meminta agar komunikasi mereka tidak diinformasikan kepada kuasa hukum.

"Chaerul Amir mengintimidasi klien ibu SK, dan minta agar komunikasi mereka tidak diinformasikan kepada kuasa hukum,” tuturnya.

Advokat Jaka mengklaim memiliki bukti rekaman ketika SK terdengar jelas dihubungi via telpon oleh Chaerul Amir dan diminta untuk datang ke kantornya. Selain itu, Chaerul Amir dalam rekaman juga mengatakan bahwa Amir Yanto, Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan (Jamwas) akan membantu permasalahannya.

Akhirnya karena mendengar Jamwas akan membantu kesulitannya, korban SK bersedia bertemu dan membuat surat pencabutan laporan polisi kepada Chaerul Amir (Ses Jamdatun) dengan alasan berdamai secara kekeluargaan.

Oleh karena itu, korban SK meminta kuasa hukum untuk mencabut laporan polisi. “Saya berpikir bahwa permasalahan saya akan mendapatkan solusi dan diselesaikan secara damai,” ujar SK.

Namun nyatanya, setelah diserahkan bukti tanda terima pencabutan LP ke Chaerul Amir, Natalia Rusli (pengacara) langsung membuat LP UU ITE di Polda Metro Jaya dengan No LP 1885/IV/YAN 2.5/2021 SPKT PMJ, Kamis, (8/3/21).

Alvin Lim, Advokat dari LQ Indonesia Lawfirm lainnya juga meminta agar Presiden dan Jaksa Agung, tidak tutup mata dan membiarkan oknum Sesjampidum bermain kasus dan malah menjebak korban dengan cara kejam.

“Korban adalah seorang ibu yang polos dan berbelas kasih, bersedia mencabut LP dan menyelesaikan secara keluarga. Ia kasihan dengan reputasi Chaerul Amir (Ses Jamdatun), tetapi ternyata Natalia Rusli menyerang dan melaporkan korban ke kepolisian dengan dasar UU ITE, atas pemberitaan dugaan penipuan itu,” ujar Alvin.

Masih menurut Alvin, ini merupakan jebakan karena ketika permintaan LP dicabut maka kedua orang terlapor akan lepas dari proses hukum.

“Ini jelas dugaan jebakan, dimana Chaerul bertugas membujuk korban SK untuk mencabut LP, dimana mereka berdua sebagai terlapor. Lalu, Natalia Rusli masuk dan melapor balik karena perdamaian hanya dengan Chaerul Amir Sesjamdatun Hal ini membuat Natalia Rusli bebas melaporkan korban SK. Apabila benar dugaan saya, sungguh licik oknum penipu ini,”katanya.

Advokat Alvin Lim meminta agar presiden tidak tutup mata. Sebab, Jaksa Agung yang menyeret nama Sesjamdatun tidak pernah memeriksa korban SK dan LQ Lawfirm untuk meminta bukti selama ini.

“Kejagung setelah kasus Pinangki, harusnya intropeksi diri, jangan malah melindungi dan membiarkan oknum petinggi jaksa memanfaatkan kasus yang dipegang kejaksaan. Apalagi dari rekaman suara tersebut, jelas menyeret nama Amir Yanto, seolah menunjukkan petinggi pengawasan Kejagung saja dia kenal baik dan bisa berbicara dengan mudah,” tuturnya.

Alvin menegaskan bahwa para Advokat LQ Indonesia Lawfirm, tidak benci dengan aparat penegak hukum karena mereka adalah mitra mereka.

“Tetapi kami benci dengan oknum aparat penegak hukum yang memanfaatkan posisinya untuk bermain dengan hukum Indonesia. Ini adalah negara hukum, Jaksa Agung sebagai pimpinan tertinggi kejaksaan wajib bersih-bersih dan memeriksa oknum secara internal, serta memproses oknum yang terlibat. Jangan biarkan oknum petinggi kejaksaan menutupi kesalahannya dengan cara licik dan mempidanakan balik korban dengan UU ITE,”ucapnya.

CM

(yao)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini