Tak Berpotensi Tsunami, Ini Penjelasan PVMBG soal Gempa M 6,0 Sulut

Agung Bakti Sarasa, Koran SI · Sabtu 10 April 2021 18:43 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 10 340 2392585 tak-berpotensi-tsunami-ini-penjelasan-pvmbg-soal-gempa-m-6-0-sulut-3vdcsfCx6P.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA - Kepala Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Andiani menjelaskan, lokasi pusat gempa bumi di Sulawesi Utara terletak dekat dengan daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Kepulauan Talaud.

(Baca juga: Usai Malang, Gempa M 6,0 Juga Guncang Kepulauan Sangihe)

Menurutnya, daerah ini pada umumnya tersusun oleh morfologi perbukitan yang tertutupi oleh batuan rombakan gunung api muda, lembah, dan dataran pada daerah pantai.

Batuannya merupakan endapan Kuarter yang terdiri dari endapan pantai, endapan sungai, dan batuan rombakan gunungapi yang sebagian telah mengalami pelapukan.

(Baca juga: Foto-Foto Dahsyatnya Gempa Malang, Sejumlah Bangunan Hancur Rata dengan Tanah)

Endapan Kuarter dan batuan rombakan gunung api muda yang telah mengalami pelapukan bersifat lepas, lunak, belum kompak (unconsolidated) dan memperkuat efek guncangan, sehingga rawan guncangan gempa bumi.

"Selain itu, morfologi perbukitan terjal yang tertutup oleh batuan rombakan gunungapi muda yang telah mengalami pelapukan akan berpotensi terjadi gerakan tanah bila dipicu guncangan gempa bumi kuat di daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Kabupaten Kepulauan Talaud," terang Andiani dalam keterangan resminya, Sabtu (10/4/2021).

Andiani melanjutkan, berdasarkan lokasi dan kedalaman pusat gempa bumi, maka kejadian gempa bumi ini diperkirakan akibat aktivitas penunjaman ganda Punggungan Talaud Mayu.

"Jenis mekanisme pada sumber gempa bumi ini pada umumnya merupakan sesar naik yang berarah relatif utara- selatan," imbuhnya.

"Hingga saat ini, pihaknya belum menerima informasi adanya korban jiwa dan kerusakan akibat kejadian gempa bumi ini," tambah Andiani.

Andiani juga mengatakan, menurut data BMKG, guncangan gempa bumi di daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe diperkirakan pada skala II – III MMI (Modified Mercally Intensity).

"Kejadian gempa bumi ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami meskipun lokasi pusat gempa bumi terletak di laut karena energinya tidak cukup kuat untuk mengakibatkan terjadinya deformasi dasar laut yang dapat memicu terjadinya tsunami," jelasnya.

Pihaknya mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, mengikuti arahan dan informasi dari pemerintah daerah dan BPBD setempat dan tidak terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.

"Masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempa susulan yang kekuatannya semakin mengecil," katanya

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini