Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Tionghoa Peranakan Muslim di Lasem, Sehari-hari Pakai Bahasa Jawa

Doddy Handoko , Jurnalis-Selasa, 13 April 2021 |07:19 WIB
Kisah Tionghoa Peranakan Muslim di Lasem, Sehari-hari Pakai Bahasa Jawa
(Foto: Doddy Handoko)
A
A
A

"Ibu saya sangat piawai memasak serepeh, sayur santan kental berwarna agak kemerahan dengan pelengkap daging ayam dan telor, yang mempunyai rasa khas dan cocok untuk bumbu makan nasi uduk aroma santan. Bumbunya serta rasa di lidah masih terbayang sampai sekarang," ungkapnya.

Ia kini sebagai pemerhati sejarah dan budaya, aktif di beberapa komunitas sejarah. Ia dan beberapa temannya mendirikan Yayasan Lasem Kota Cagar Budaya (LKCB). Ia juga perprofesi sebagai pemandu wisata di kota Lasem .

Sejak dulu hobinya, menjelajah mengunjugi situs peninggalan kuno. Ia punya ketertarikan khusus pada peninggalan batu (megalitik) dan peninggalan awal Islam .

Selain kegiatan penelitian, ia juga aktif di media sosial dan menulis beberapa buku, seperti "Masjid jami Lasem Tinjauan Makna Filosofi dan Arsitektur", Kisah Pejuang Perang Lasem, Santri. Priyayi dan Tionghoa," . "Menyibak Sejarah Kopi Lelet Khas Lasem, " Lasem Pintu gerbang Masuknya Islam di Pesisir Utara Jawa ,dll.

Ia mempunyai keinginan untuk menulis sejarah kedatangan tionghoa muslim di Lasem.

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement