Kenalan di Medsos, Siswi SMA Diperkosa 3 Remaja

Inin Nastain, Koran SI · Selasa 13 April 2021 13:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 13 525 2393835 kenalan-di-medsos-siswi-sma-diperkosa-3-remaja-2OgUklVTfl.jpg Pelaku pemerkosa siswi SMK (foto: Sindo/Inin)

MAJALENGKA - Nasib nahas dialami remaja putri, berinial FA (17) di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Siswi kelas 3 SMA itu diperkosa oleh teman yang baru dikenalnya lewat media sosial (medsos).

Berawal saat dia diajak berkenalan seorang remaja berinisial IK warga Kabupaten Cirebon di medsos pada November 2020 lalu. Dari perkenalan itu, komunikasi keduanya berlanjut ke chat di aplikasi WhatsApp.

Baca juga:  Cabuli Gadis ABG, Rumah Guru Ngaji Ludes Dibakar Warga

Mendapat respons baik, IK yang masih berusia 18 tahun itu kemudian berinisiatif mengajak jalan-jalan korban. Namun, jalan-jalan itu jadi awal dari aksi pencabulan yang dialami oleh korban.

Pelaku mengajak korban ke sebuah kosan di Desa Panjalin, Kecamatan Sumberjaya, Majalengka. Di kosan itu, sudah ada dua teman pelaku yakni MG dan RM, yang pada akhirnya ikut melakukan perbuatan itu.

Baca juga:  Bejat! Ayah Perkosa Anak Tiri di Tangsel Sejak 2019, Rumah Digeruduk Warga

"Korban berkenalan dengan tersangka, dan ketemuan yang berakhir di rumah kos dan sudah ada dua tersangka lain. Kemudian korban disetubuhi bergantian oleh ketiga tersangka. Kosan ini milik teman tersangka, yang saat kejadian, tidak ada di TKP. Para tersangka memang biasa nongkrong di sana," kata Kasat Reskrim Polres Majalengka AKP Siwo DC Tarigan saat ekspos kasus, Selasa (13/4/2021).

Dari tiga pelaku pencabulan itu, mereka diketahui masing-masing masih berusia 18 tahun. Satu di antaranya tercatat sebagai pelajar.

"Dua orang berhasil diamankan, satu orang (yang ngajak korban ke kostan) masih buron. Dari dua orang yang ditangkap itu, satu orang sempat kabur ke Bandung, karena dia (MG) memang warga Bandung. Dua orang lainnya, termasuk yang buron warga Kabupaten Cirebon," jelas dia.

"Penangkapan (pelaku yang warga Bandung) dilakukan pada 1 April di Antapani, Bandung. Lalu tanggal 2 April pelaku yang warga Cirebon," jelas dia.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatanhya, para pelaku, termasuk yang buron dijerat dengan Pasal 81 dan atau 82 UU RI Nomor 17 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No.23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Mereka terancam penjara 5 sampai 15 tahun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini