Iran Akui Fasilitas Nuklirnya Rusak Parah setelah Serangan Sabotase

Agregasi BBC Indonesia, · Rabu 14 April 2021 15:35 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 14 18 2394578 iran-akui-fasilitas-nuklirnya-rusak-parah-setelah-serangan-sabotase-JpHtE9cnDV.jpg Fasilitas nuklir Natanz Iran. (Foto: Reuters)

TEHERAN - Ribuan mesin yang digunakan untuk memurnikan bahan nuklir hancur atau rusak setelah fasilitas nuklir Natanz disabotase pada Minggu (11/4/2021) waktu setempat, ungkap pejabat Iran.

Alireza Zakani, selaku Kepala Pusat Penelitian di parlemen Iran, mengatakan bahwa insiden itu telah "menghancurkan" kemampuan Iran untuk melanjutkan proses pengolahan nuklir. Serangan itu berlangsung di suatu fasilitas bawah tanah hingga sedalam 50 meter, ungkap pejabat lainnya.

BACA JUGA: Iran Akan Perkaya Uranium Hingga 60% Pasca Sabotase di Fasilitas Nuklir Natanz

Iran menyatakan akan mengganti perangkat sentrifugal yang terdampak, yaitu mesin-mesin yang memurnikan uranium untuk digunakan sebagai energi nuklir atau berpotensi bisa menjadi bahan bom nuklir bila diproses lebih lanjut.

Negara itu pun sempat berencana meningkatkan kualitas pengayaan uranium, dari tingkat kemurnian 20% menjadi 60%. Pengayaan ke taraf tersebut dilarang berdasarkan kesepakatan nuklir 2015, walaupun proses pemurnian uranium menjadi 60% masih belum bisa untuk dijadikan senjata nuklir.

Senjata nuklir membutuhkan pemurnian uranium hingga 90%.

Berbicara kepada stasiun televisi Ofoq TV milik pemerintah, Zakani mengatakan bahwa kerusakannya sangat parah.

"Apakah wajar bahwa mereka mencapai sistem kelistrikan kita dan mengambil tindakan sehingga beberapa ribu sentrifugal rusak dan hancur dalam sekejap?," kata Zakani sebagaimana dilansir BBC.

BACA JUGA: Iran Salahkan Israel atas "Terorisme Nuklir" di Fasilitas Natanz, Bersumpah Balas Dendam

"Bukankah kita seharusnya peka atas kejadian (pada hari Minggu) itu, yang menghilangkan bagian utama dari kapasitas pengayaan kita?" lanjutnya.

Pemadaman listrik mungkin tidak terdengar terlalu serius, tetapi bisa jadi hal yang serius di pabrik pengayaan.

Masalah kecil dapat membuat sentrifugal berputar di luar kendali, menyebabkan bagian-bagian yang saling bertabrakan dan merusak seluruh kaskade.

Spekulasi serangan dunia maya muncul karena Natanz adalah titik nol untuk perang dunia maya - tempat di mana serangan dunia maya nyata pertama di dunia terjadi satu dekade lalu.

Sebagian besar peristiwa yang disebut serangan siber sebenarnya bukanlah serangan dalam arti fisik - melainkan pencurian data. Tapi Stuxnet - nama yang diberikan untuk insiden yang menargetkan program nuklir Iran lebih dari satu dekade lalu- bukan hanya salah satu dari sedikit pengecualian, tetapi bisa dibilang juga demonstrasi pertama tentang seperti apa serangan dunia maya itu.

Dalam hal ini, kode komputer menyebabkan kerusakan nyata dengan mengganggu pengontrol sentrifugal untuk memutarnya di luar kendali (dan bahkan menyampaikan pesan palsu kepada mereka yang memantau, sehingga mereka tidak akan khawatir sampai semuanya terlambat).

Hasilnya adalah apa yang terdengar seperti ledakan saat sentrifugal bertabrakan satu sama lain.

Itu adalah operasi yang sangat canggih dan terarah, yang dijalankan bersama oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel dan dikembangkan selama beberapa tahun. Tetapi itu tidak berarti bahwa serangan dunia maya bertanggung jawab kali ini.

Iran berinvestasi besar-besaran dalam pertahanan dan penyerangan dunia maya setelah Stuxnet.

Iran juga berbuat lebih banyak untuk melindungi sistemnya, termasuk terkait pasokan daya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini