Minta Hujan dan Panen Besar, Para Penyembah Menari dengan Tengkorak Kepala Manusia

Susi Susanti, Koran SI · Rabu 14 April 2021 17:47 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 14 18 2394710 minta-hujan-dan-panen-besar-para-penyembah-menari-dengan-tengkorak-kepala-manusia-b4m5fT8E0A.JPG Para penyembah menari dengan tengkorak manusia (Foto: Avishek Das/SOPA Images/REX)

INDIA - Para penyembah menari dengan tengkorak manusia untuk menenangkan dewa Hindu dan menyerukan hujan serta panen besar di India.

Para jamaah membawa tarian tengkorak manusia di sepanjang jalan Bardhaman, India, sebagai bagian dari festival yang menghibur dewa Hindu.

Foto-foto mengejutkan menunjukkan penduduk kota turun ke jalan dengan pakaian warna-warna cerah dan memegang beberapa tengkorak kepala manusia.

Umat Hindu juga membawa pedang sebagai bagian dari Festival Gajan, yang biasanya dirayakan di Benggala Barat pada musim ini.

Penonton berdiri di depan pintu mereka, di pinggir jalan dan di luar toko, mengeluarkan ponsel mereka untuk menangkap tampilan yang luar biasa.

Beberapa pria terpilih, yang mengenakan bunga di leher dan aksesori kepala berornamen, dipilih untuk membawa tengkorak dan sering mengangkatnya tinggi-tinggi di atas kerumunan.

(Baca juga: Rumah Sakit Terbakar, Dokter Teruskan Operasi Jantung, Selamatkan Nyawa Pasien)

Festival Gajan selama seminggu sebagian besar dirayakan di Benggala Barat dan dikaitkan dengan dewa-dewa Hindu seperti Siwa, Neel dan Dharmaraj.

Menurut fotografer Avishek Das, pada hari terakhir Kalender Bengali, di pertengahan April, umat menyembah mayat untuk memuaskan Dewa Siwa agar hujan dan panen lebih baik.

Tradisi berusia 100 tahun ini konon berlangsung pada hari terakhir Kalender Bengali, di pertengahan April. Umat menyembah mayat untuk memuaskan Dewa Siwa agar hujan dan panen lebih baik.

Tema sentral dari festival pra-panen adalah kepuasan melalui rasa sakit non-seksual, pengabdian dan pengorbanan.

Umat Hindu mengangkat tengkorak manusia dan mengarahkannya tepat di depan kamera untuk orang yang berhenti untuk mengambil gambar dan merekam ritual yang tidak biasa tersebut.

Beberapa orang terpilih, mengenakan bunga dan aksesoris kepala yang rumit. Mereka menjadi orang yang terpilih untuk membawa tengkorak untuk parade.

Banyak dari mereka yang terlibat dalam prosesi tampak tidak terpengaruh oleh hadirnya tengkorak manusia. Termasuk dari kalangan anak-anak.

(Baca juga: Orang tua Ingin Menikah dengan Anak Sendiri, Tuntut Batalkan UU Larangan Inses)

Sementara itu, dikutip BBC, di tempat lain di wilayah itu, pria dari Krishnadevpur menusuk diri mereka dengan batang besi dan kait dalam upaya untuk menunjukkan pengabdian mereka kepada Siwa, dan berharap panen yang menguntungkan.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini