SEMARANG - Sebanyak 30 eks pelaku terorisme di Jawa Tengah menyatakan diri siap untuk berdakwah di bulan Ramadhan, di sejumlah masjid dan pondok pesantren. Mereka ingin berbagi kisah pengalaman jihad yang sesat, yang ternyata tidak sesuai dengan ajaran agama Islam yang sebenarnya.
Baca juga: Petugas Temukan Ratusan Pil Koplo yang Diselundupkan ke Lapas Kedungpane Semarang
Sejumlah eks narapidana kasus terorisme yang tergabung dalam Yayasan Putra Persaudaraan Anak Negeri atau Persadani melakukan pertemuan, dan menyatakan diri siap untuk berdakwah di bulan Ramadhan, dengan melakukan safari ke beberapa tempat untuk berbagi pengalaman terkait aksi terorisme dan radikalisme di tanah air.
“Kami ingin mendekati kalangan milenial agar tidak mudah terprovokasi mengikuti ajaran jihad yang mengarah sesat, dan meluruskan pemahaman ajaran agama yang sebenarnya yaitu melarang adanya kekerasan terhadap sesame,” kata Eks Napiter, Machmudi Hariono alias Yusuf, Rabu (14/4/2021).