Dosen Unej Jadi Tersangka Pencabulan Anak di Bawah Umur, Janji Bakal Kooperatif

Antara, · Kamis 15 April 2021 05:25 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 15 519 2394913 dosen-unej-jadi-tersangka-pencabulan-anak-di-bawah-umur-janji-bakal-kooperatif-K3gQtORdZW.jpg Ilustrasi. (Foto: Freepik)

JEMBER - Advokat Ansorul Huda mengatakan, Dosen Universitas Jember (Unej) berinisial RH yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur, selalu kooperatif dalam proses hukum yang ditangani Polres Jember, Jawa Timur.

"Sudah dari awal kami tegaskan bahwa klien saya RH akan kooperatif dan menghormati proses hukum yang seadil-adilnya," kata Ansorul saat dihubungi per telepon dari Jember, Rabu (14/4/2021).

Menurutnya, kliennya tidak akan menghalangi prosedur hukum, asalkan proses itu dilakukan secara fair dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang ada.

"Namun terkait dengan penetapan sebagai tersangka, kami belum menerima pemberitahuan terkait hal itu baik melalui dokumen atau surat dari penyidik Polres Jember, sehingga kami tetap menunggu," tuturnya. 

Dengan demikian, lanjut dia, pihaknya belum bisa menentukan sikap lebih lanjut sebelum menerima surat pemberitahuan terkait dengan penetapan tersangka kliennya.

Baca juga: Bejat! Guru Ini Cabuli 4 Siswanya Selama 2 Tahun

"Mohon maaf saya tidak bisa berkomentar banyak karena kami belum menerima surat pemberitahuan penetapan tersangka klien saya," katanya.

Menanggapi desakan sejumlah LSM perempuan untuk menahan kliennya RH, Ansorul menilai hal tersebut merupakan hak masing-masing lembaga untuk menyuarakan itu. 

"Bagi kami akan patuh pada prosedur hukum yang berlaku dan setiap orang punya hak yang sama di depan hukum. Saya kira akan mengedepankan prosedur saja dalam proses hukum itu," ujarnya.

Baca juga: Bandung Geger! Guru Ngaji Cabuli 6 Murid di Lingkungan Masjid

Sebelumnya, Polres Jember telah resmi menetapkan RH sebagai tersangka dalam kasus dugaan kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur.

"Sudah dilakukan gelar perkara kasus itu dan ada kesesuaian antara keterangan saksi dengan surat visum pskiatri. Kami sudah menetapkan terlapor menjadi tersangka," kata Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Jember Iptu Diyah Vitasari.

Sementara Rektor Unej Iwan Taruna mengatakan tim pemeriksa Unej sedang bekerja dan berkoordinasi dengan Polres Jember, sehingga pihaknya akan menindaklanjuti sesuai peraturan yang berlaku.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini