Kemudian 2 orang dari BPBD Provinsi Jawa Tengah, 2 orang dari Palang Merah Indonesia (PMI) Jawa Tengah, 2 dari Tagana Provinsi Jawa Tengah dan 2 dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah.
Selain melepas rombongan tim, Pemprov Jawa Tengah juga mengirimkan bantuan logistik senilai 503 juta yang diberangkatkan melalui jalur laut menggunakan jasa PT Pos Indonesia.
“Saya sudah komunikasikan dengan Pak Wagub, rencana sehari setelah kejadian mau mengirim bantuan, tapi transportasi belum bisa. Sehingga hari ini kita mengirim bantuan lewat jawa Pos Indonesia,” ujar Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di sela Upacara Pelepasan Tim Relawan Jateng Gayeng.
Menurut Ganjar, bantuan pengiriman relawan dan logistik tersebut merupakan wujud kepedulian dan rasa kemanusiaan sesama anak bangsa. Bahkan selain NTT, pihak Pemprov Jateng juga akan mengirimkan bantuan ke Jawa Timur, khususnya bagi wilayah terdampak gempabumi magnitudo 6,1 pada Sabtu (10/4) lalu.
Plt. Kepala Pelaksana Harian BPBD Provinsi Jawa Tengah, Safrudin, menambahkan, tim relawan itu nantinya akan bertugas selama kurang lebih satu minggu dan terdiri dari tenaga medis, dapur umum, pendampingan keposkoan, assesment dan verifikasi terdampak hingga tim pembangunan hunian darurat dan lainnya.
“Nanti para relawan akan membantu penanganan di sana sekitar satu minggu. Tapi masih lihat kondisi di sana. Relawan itu terdiri dari tenaga medis, dapur umum, pembangunan hunian darurat dan lainnya,” tutupnya.
(Fahmi Firdaus )