Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Masjid Al Muttaqin, Saksi Sejarah Masuknya Agama Islam di Kota Manado

Subhan Sabu , Jurnalis-Minggu, 18 April 2021 |16:09 WIB
 Masjid Al Muttaqin, Saksi Sejarah Masuknya Agama Islam di Kota Manado
Masjid Al Muttaqin (foto: Okezone/Subhan)
A
A
A

MANADO - Masjid Al Muttaqin yang terletak di Kampung Pondol, Kelurahan Wenang Selatan, Kecamatan Wenang, Kota Manado ini diyakini sebagai salah satu masjid tertua di Kota Manado. Keberadaan Masjid ini tidak terlepas dari sejarah masuknya agama Islam di Kota Manado lewat jalur pesisir laut yang dibawa oleh kesultanan Ternate. Mereka mayoritas sebagai nelayan sekaligus menyebarkan agama Islam.

"Dikirim dua rombongan, sekira tahun 1750, satu kapal ke Manado sedang satu kapal lagi suku yang duluan itu ke Sangihe. Mereka pekerjaannya nelayan, pas turun di kampung ini," jelas Imam Masjid AlMuttaqin, Haji Muhammad Albuchari, Minggu (18/4/2021).

Baca juga:  Kisah Mbah Sambu Penyebar Islam di Lasem yang Berhasil Menumpas Bajak Laut

Para nelayan itu masuk lewat pesisir laut dan tiba di Pondol yang pada waktu itu merupakan kampung yang letaknya paling ujung, di sebelah utara masih merupakan gunung dan hutan rimba. Pondol berasal dari bahasa Bantik yang artinya ujung.

Selain menangkap ikan mereka juga mulai berdakwah tentang ajaran Islam kepada masyarakat pesisir, lama kelamaan mereka mulai menetap dan semakin berkembang, sehingga dibangunlah Masjid Al Muttaqin pada tahun 1775 yang letaknya di pinggiran pantai, dijaman sekarang lokasi itu sudah menjadi jalan raya karena adanya reklamasi pantai.

“Awalnya ada di pinggir pantai, karena waktu itu pemerintah Belanda tidak mengizinkan membangun di jalan protokol," ujar Al Buchari

 Baca juga: Kisah Wali Songo, Guru Raden Patah, Bertafakur di Goa 40 Hari, Tubuhnya Berlumut dan Belajar di Palestina

Semakin lama, para penduduk Pondol semakin berkembang dan akhirnya sebagian dari mereka pindah ke utara, di dekat muara sungai yang sekarang merupakan kawasan pelabuhan Manado. Di lokasi yang baru itu mereka menetap dan menamakan tempat itu sebagai Kampung Ternate.

Namun dikarenakan abrasi pantai, mereka kembali pindah sedikit masuk ke dalam hutan, wilayah yang sekarang bernama Kampung Ketang Baru dan Kampung Ternate Baru.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement