Militer Myanmar Tayangkan Foto-Foto Tahanan yang Disiksa, Picu Kecaman

Rahman Asmardika, Okezone · Senin 19 April 2021 13:50 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 19 18 2397119 militer-myanmar-tayangkan-foto-foto-tahanan-yang-disiksa-picu-kecaman-NrbMDWXKFF.jpg Foto: Reuters.

YANGON - Kelompok pemantau di Myanmar telah meminta tindakan internasional, mengungkapkan keprihatinan atas penyiksaan dan pembunuhan pengunjuk rasa anti-kudeta di negara Asia Tenggara itu. Seruan itu kembali disampaikan setelah militer menyiarkan gambar enam tahanan muda yang menunjukkan tanda-tanda penyiksaan parah.

Dalam gambar yang disiarkan MRTV milik militer pada Minggu (18/4/2021) malam, wajah empat pria dan dua wanita tampak berlumuran darah dan memar. Salah satu wanita memiliki rahang bengkak dan tampak seperti mata hitam.

BACA JUGA: Pasukan Myanmar Tangkap Pemimpin Unjuk Rasa Antikudeta Usai Ditabrak Pakai Mobil

"Junta ini menggunakan penyiksaan sebagai kebijakannya," kata Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (AAPPB) dalam sebuah cuitan di Twitter.

"Jika komunitas internasional tidak bertindak, penyiksaan dan kematian, jelas akan berlanjut."

Foto: Twitter.

Menurut AAPP, pasukan keamanan telah membunuh 737 orang sejak kudeta militer 1 Februari dan mengumpulkan 3.229 orang lainnya di seluruh negeri.

“APP prihatin dengan semua yang ditahan, terutama di lokasi yang dirahasiakan,” katanya.

Enam tahanan itu ditangkap pada Minggu di Yankin, pinggiran kota terbesar Myanmar, Yangon, menurut laporan Al Jazeera.

BACA JUGA: Situasi Makin Tak Kondusif, 200 Warga Indonesia Tinggalkan Myanmar

"Penyiar MRTV mengatakan keenam orang itu terlibat dalam pemboman pada Sabtu (17/4/2021) pukul 2 siang, di luar kantor pemerintah Yankin di mana tiga tentara pemerintah terluka. Mereka tidak memberikan informasi lebih lanjut,” demikian dilaporkan jurnalis Al Jazeera.

Myanmar berada dalam kekacauan sejak Jenderal Senior Ming Aung Hlaing merebut kekuasaan pada 1 Februari. Di tengah berlanjutnya protes, pembunuhan dan penangkapan massal, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah memperingatkan bahwa situasi di Myanmar mungkin menuju "ke arah konflik besar-besaran", mirip dengan perang saudara mencengkeram Suriah di Timur Tengah.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini