Gempa M6,1 Guncang Barat Daya Nias, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

Binti Mufarida, Sindonews · Selasa 20 April 2021 08:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 20 340 2397526 gempa-m6-1-guncang-barat-daya-nias-bmkg-tidak-berpotensi-tsunami-cI0T0jxmGe.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan Selasa, 20 April 2021 pukul 06.58.22 WIB wilayah Barat Daya Nias diguncang gempa tektonik.

Hasil analisis BMKG dalam informasi pendahuluan menunjukkan gempa bumi ini memiliki magnitudo M6,4 kemudian diupdate menjadi magnitudo M6,1.

Episenter gempabumi terletak pada koordinat 0,17 LU dan 96,48 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 140 km arah Barat Daya Nias, Sumatera Utara pada kedalaman 16 km.

Baca Juga: Samosir 16 Kali Diguncang Gempa dalam Waktu Dua Hari

Adapun jenis dan mekanisme gempa bumi, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas tektonik pada Lempeng Samudera Hindia (outer rise). Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi ini memiliki mekanisme pergerakan sesar turun (normal fault).

Guncangan gempa bumi ini dirasakan Nias Barat II-III MMI ( Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu ), AekGodang, Padang Sidempuan, Pariaman, Padang Pariaman, Padang, Pakpak Bharat, Aceh Singkil II MMI, Gunung Sitoli I-II MMI ( Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang ). Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut.

BMKG memastikan bahwa gempa ini menunjukkan tidak berpotensi tsunami. Hingga hari Selasa, 20 April 2021 pukul 07.10 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock).

Baca Juga: Aktivitas Subduksi Busur Banda Picu Gempa di Maluku

BMKG merekomendasikan kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Hindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini