BPBD Malang Ajukan Perpanjangan Tanggap Darurat Bencana

Avirista Midaada, Okezone · Jum'at 23 April 2021 03:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 23 519 2399349 bpbd-malang-ajukan-perpanjangan-tanggap-darurat-bencana-TjfgcYtpmq.jpg Kerusakan rumah akibat gempa di Kabupaten Malang, Jawa Timur (Foto: Avirista Midaada)

MALANG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang mengajukan perpanjangan status tanggal darurat bencana gempa. Sebelumnya BPBD Kabupaten Malang menetapkan status tanggap darurat gempa sejak 10 April 2021.

Kepala BPBD Kabupaten Malang Bambang Istiawan mengungkapkan telah mengajukan perpanjangan status masa tanggal darurat bencana gempa dari sebelumnya akan berakhir pada 24 April 2021 mendatang dan akan diperpanjang 14 hari lagi terhitung sejak 24 April 2021.

"Kami sudah mengajukan kepada Bupati Malang, per tanggal 24 April 2021, sampai 14 hari ke depan, ada perpanjangan masa tanggap darurat," ujar Bambang, pada Kamis (22/4/2021) ditemui awak media di Kabupaten Malang.

Baca Juga: Bupati Malang Targetkan Pembangunan 300 Unit Rumah Korban Gempa Selesai Sebelum Lebaran

Disebutnya, perpanjangan status tanggap darurat berkaitan dengan langkah penanganan yang dilakukan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), terkait dasarnya pengelolaan keuangan untuk pembangunan rumah yang rusak terdampak gempa.

"Kami lakukan karena berkaitan dengan penanganan yang akan dilakukan oleh BNPB dalam situasi tanggap darurat, sebagai dasar pengelolaan keuangan dari BNPB," ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Malang M Sanusi menambahkan bahwa saat ini, pembangunan rumah sederhana tengah dikebut oleh Pemerintah Kabupaten Malang. Diharapkan, para pengungsi yang terdampak gempa bumi tersebut bisa segera memiliki tempat tinggal yang layak.

"Kami telah menyampaikan pada saat rapat kordinasi di Gedung Grahadi, untuk membangun tempat tinggal ukuran 4x6 dengan biaya Rp 25 juta," kata Sanusi.

Sanusi menambahkan, diharapkan dalam waktu yang tidak terlalu lama, pembangunan rumah sederhana tersebut akan rampung, dengan melibatkan seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Malang.

"Dalam waktu singkat, pembanguan itu akan kita laksanakan dengan melibatkan semua SKPD dan Camat. Sekitar 300 rumah akan kita bangun," kata Sanusi.

Baca Juga:  Perbaikan 300 Rumah Rusak Akibat Gempa di Malang Ditargetkan Selesai Sebelum Lebaran

Dari data yang diterima dari BPBD Kabupaten Malang hingga Kamis pagi 22 April 2021 terdapat 32 kecamatan dari 33 kecamatan di Kabupaten Malang yang terdampak gempa berkekuatan magnitudo 6,1 SR. Total ada 10.482 unit rumah yang terdampak gempa, rinciannya 4.490 rumah mengalami kerusakan kategori ringan, 4.104 rumah mengalami kerusakan sedang, dan 1.888 rumah lainnya mengalami rusak berat.

Selain itu, sebanyak 641 fasilitas umum juga rusak, terdiri dari 226 sekolah, 233 rumah ibadah, 23 unit fasilitas kesehatan, dan 159 fasilitas umum lainnya. Untuk korban meninggal dunia, tercatat ada sebanyak empat orang, dan sebanyak 110 orang lainnya mengalami luka-luka.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini