JAKARTA – Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono menyebut, awak KRI Nanggala 402 yang tenggelam di perairan Bali Utara berupaya menyelamatkan diri dengan menggunkan baju penyelamat yaitu escape suite MK 11. Namun sayangnya, baju selam itu tak sempat dipakai awak kapal.
(Baca juga: Duka Jokowi Atas Gugurnya 53 Awak KRI Nanggala 402)
"Ini adalah pakaian penyelamat escape suite MK 11. Ini sempat keluar kemudian dijepit," kata Kasal di Base Ops Lanud I Gusti Ngurah Rai Bali, Minggu (25/4/2021).

(foto: wikipedia)
Dia menjelaskan, baju penyelamat itu berhasil ditarik oleh kapal MV Switf Rescue Singapura saat melakukan visi pencitraaan bahwa air secara visual menggunakan kameraka pukul 07.37 Wita.
Baju penyelamat warna oranye yang kondisinya cukup hancur itu biasanya tersimpan di dalam safety box, dan hanya dikeluarkan oleh kru dalam keadaan darurat.
(Baca juga: Penampakan Pelayaran Perdana KRI Nanggala 402 dari Jerman ke Indonesia)
Yudo menduga, kru KRI Nanggala 402 sempat mengeluarkan baju penyelamat dari safety box saat terjadi kondisi kedaruratan. "Namun mungkin belum sempat dipakai atau saat dipakai lepas," katanya.
Dihimpun dari beragam sumber, Submarine Escape Immersion Equipment (SEIE) atau yang juga dikenal dengan Submarine Escape adalah baju selam penyelamat berwarna oranye yang dibuat perusahaan asal Inggris, RFD Beaufort Limited. Pakaian ini berfungsi sebagai baju penyelamat awak kapal selam.
Baju penyelamat ini dibuat untuk memberikan perlindungan dari hipotermia serta memungkinkan orang yang memakainya menyelamatkan diri dari kapal selam yang karam di kedalaman hingga 600 kaki atau 183 meter, dengan kecepatan pendakian ke permukaan laut 2-3 meter/detik.
MK11 ini terdiri dari pakaian selam yang dilindungi lapisan thermal di bagian dalamnya. Rancangan tersebut bertujuan untuk menjaga agar pemakainya tetap kering dan terlindung dari suhu dingin selama mencapai permukaan dan untuk memberikan daya apung.