Gempa Sukabumi, Warga Cianjur Panik Berhamburan Keluar Rumah

Antara, · Selasa 27 April 2021 17:50 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 27 525 2401719 gempa-sukabumi-warga-cianjur-panik-berhamburan-keluar-rumah-gBSJKno0fp.jpg Warga Cianjur berhamburan keluar rumah imbas gempa Sukabumi (Foto: Antara)

CIANJUR - Gempa bumi dengan kekuatan Magnitudo 5,6 yang terjadi di kedalaman 14 kilometer di wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat dirasakan cukup keras di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, sehingga warga yang sedang beraktivitas di dalam rumah berhamburan keluar guna menghindari hal yang tidak diinginkan.

"Gempa terasa cukup keras, kami sedang di dapur mempersiapkan makanan untuk berbuka puasa. Ini gempa yang cukup keras setelah beberapa tahun terakhir," kata Gina Rohmawati, warga Desa Nagrak, Kecamatan Cianjur, Selasa (27/4/2021) petang.

Baca Juga:  Getaran Gempa Magnitudo 5,6 di Sukabumi Terasa hingga Bandung

Ia bersama anggota keluarga yang merasakan getaran cukup keras selama beberapa detik, berhamburan keluar rumah dan juga diikuti tetangga sekitar.

Hal yang sama dibenarkan warga lainnya, berhamburan keluar rumah karena merasakan getaran gempa yang cukup keras dari dalam rumah.

"Cukup kencang dirasakan, saat kejadian saya sedang menonton televisi di ruang keluarga, tiba-tiba pajangan di lemari hias berjatuhan dan saya merasakan getaran cukup keras, sambil berteriak saya minta anak-anak dan istri untuk keluar rumah," kata Syahru, warga Desa Nagrak lainnya.

Ia menuturkan, meski tidak berlangsung lama, namun gempa yang diketahui terpusat di Kabupaten Sukabumi, sempat membuat panik warga sekitar perumahan tempat dia tinggal. "Semoga tidak terjadi apa-apa, informasi dari BMKG pusat gempa di kedalaman 14 KM di Kabupaten Sukabumi," katanya.

Baca Juga:  Sukabumi Diguncang Gempa M5.6, BMKG: Hati-Hati Gempa Susulan

Hal yang sama dirasakan warga selatan Cianjur, tepatnya di Kecamatan Naringgul, di mana getaran gempa yang cukup kuat membuat panik petugas puskesmas yang langsung mengevakuasi sejumlah pasien yang menjalani rawat inap keluar ruangan, guna menghindari hal yang tidak diinginkan.

"Panik tentunya karena getarannya sangat keras, sehingga seluruh ruangan bergoyang, kami langsung mengevakuasi pasien rawat inap keluar ruangan karena takut gempa berlangsung lama. Setelah sempat bertahan selama beberapa menit di luar ruangan, pasien kembali masuk ke ruangan," kata petugas piket puskesmas, Jajang.

Sekretaris BPBD Cianjur, Irfan Sopyan, mengatakan gempa bumi berkekuatan 5.6 magnitudo terjadi di kedalaman 14 kilometer dengan lokasi 103 KM tenggara Kabupaten Sukabumi, dirasakan cukup keras warga di sebagian besar Kabupaten Cianjur, namun hingga saat ini, pihaknya masih melakukan pendataan dampak dari gempa tersebut.

"Kami masih melakukan pendataan dengan melibatkan Relawan Tangguh Bencana (Retana) di masing-masing desa dan kecamatan akibat dampak dari gempa, untuk wilayah perkotaan cukup keras dan di wilayah selatan getaran hebat dirasakan warga terutama yang tinggal di pesisir pantai," katanya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini