Layanan Rapid Test Bekas di Bandara Kualanamu Sudah Terjadi sejak Desember 2020

Wahyudi Aulia Siregar, Okezone · Kamis 29 April 2021 20:44 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 29 608 2403074 layanan-rapid-test-bekas-di-bandara-kualanamu-sudah-terjadi-sejak-desember-2020-P8zXQqdsO2.jpg Polda Sumut rilis kasus layanan rapid test pakai alat bekas di Bandara Kualanamu. (Foto : Wahyudi Aulia Siregar)

MEDAN - Praktik rapid test swab antigen yang diduga menggunakan peralatan bekas pakai pada layanan Kimia Farma Diagnostik di Bandara Internasional Kualanamu, ternyata sudah berlangsung sejak Desember 2020.

Hal itu diungkapkan Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Panca Putra dalam konferensi pers pengungkapan kasus tersebut di Mapolda Sumut, Kamis (29/4/2021) petang.

"Dari hasil pemeriksaan dari saksi-saksi diketahui bahwa kegiatan ini sudah berlangsung sejak 17 Desember 2020," sebut Panca.

Panca mengungkapkan, dari pemeriksaan sementara diketahui setiap hari layanan rapid test swab antigen itu melayani sebanyak 250 orang. Namun, yang dilaporkan ke kantor pusat Kimia Farma hanya sekitar 100 orang.

"Jadi ada 150 yang tidak dilaporkan dan diduga menggunakan alat yang didaur ulang," sebutnya.

"Dari praktik daur ulang ini, polisi menduga para tersangka meraih keuntungan hingga Rp30 juta," tuturnya.

Baca Juga : Ini Foto-Foto Penggerebekan Layanan Rapid Antigen Pakai Alat Bekas di Bandara Kualanamu

Dalam kasus penggunaan alat bekas pakai pada layanan rapid test ini, polisi sudah menetapkan 5 orang tersangka. Praktik ini sendiri diotaki oleh Bisnis Manager Laboratorium Kimia Farma Diagnostik di Medan.

Baca Juga : 5 Orang Jadi Tersangka Kasus Rapid Test Bekas di Bandara Kualanamu

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini