Turunkan Wanita Buta dan Anjingnya di Pinggir Jalan, SIM Sopir Taksi Ini Dicabut

Susi Susanti, Koran SI · Jum'at 30 April 2021 13:36 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 30 18 2403415 turunkan-wanita-buta-dan-anjingnya-di-pinggir-jalan-sim-sopir-taksi-ini-dicabut-vwXUflNxlv.jpg Taksi (Foto: Reuters)

INGGRIS - Seorang pengemudi taksi harus kehilangan surat izin mengemudinya (SIM) setelah menurunkan wanita tuna netra dan anjingnya di pinggir jalan.

Di pengadilan diketahui jika pada awalnya, sang supir Shamal Hussein Majid menolak untuk mengambil wanita tuna netra itu. namun akhirnya wanita itu bisa naik dan meletakkan anjingnya di bagasi serta membayar 10 poundsterling (Rp201.000) untuk membersihkan kendaraan.

Namun tak lama kemudian, dia berhenti dan menurunkannya di pinggir jalan.

Majid mengajukan banding terhadap keputusan Dewan Wolverhampton untuk mencabut SIM pribadinya, tetapi Pengadilan Dudley Magistrates menolak pembelaannya.

Pengacara dewan, Amy Groves, mengatakan kepada pengadilan pada Jumat (30/4) bagaimana Majid awalnya menolak untuk membawa pelanggan dengan anjing pemandu dari Stadion Molineux pada 7 Maret lalu.

Pelanggan kemudian disarankan untuk memasukkan anjing bantuan ke dalam bagasi kendaraan - dan diberi tahu bahwa dia akan dikenakan biaya tambahan 10 poundsterling untuk membersihkan kendaraan. Namun kemudian Majid pun mengaku alergi anjing.

(Baca juga: Puluhan Tewas Terinjak-Injak di Festival Keagamaan Israel)

“Saya sama sekali tidak menerima bukti Anda. Anda mengada-ada ketika Anda menghadiri sidang tinjauan pada bulan April tahun lalu dan Anda mengada-ada hari ini sambil jalan,” terang Hakim Distrik Wheeler setelah menolak banding.

"Saya sama sekali tidak melampirkan kredibilitas pada bukti Anda,” ujarnya.

“Dewan Wolverhampton benar untuk berbicara dengan Anda tentang hal ini dan menyimpulkan bahwa Anda meninggalkan penumpang dan anjing penuntunnya,” lanjutnya.

“Keputusan dewan tidak salah. Mereka mencapai kesimpulan yang masuk akal dan tanggapan mereka sesuai,” ujarnya.

Majid juga diperintahkan untuk membayar biaya ganti rugi hukum sebesar 300 poundsterling (Rp6 juta).

(Baca juga: Covid-19 Melonjak, Penggali Kubur di India Abaikan Protokol Kesehatan)

“Meninggalkan orang yang rentan di pinggir jalan tidak dapat dimaafkan dan tentunya bukan standar tinggi yang kami harapkan dari pengemudi berlisensi kami yang semuanya menjalani pelatihan kesadaran disabilitas untuk memastikan mereka sadar akan kondisi mereka. kewajiban hukum untuk membawa anjing bantuan tanpa biaya tambahan,” ungkap manajer regulasi komersial dewan, Chris Howell.

"Jika pengemudi memiliki kondisi medis yang menghalangi mereka membawa anjing bantuan, hal ini harus diverifikasi secara independen melalui pengujian medis dan sertifikat pengecualian akan dikeluarkan,” terangnya.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini