Masalah lainnya yang dihadapi profesi ini, ujar Catton, adalah terganggunya pendidikan keperawatan oleh pandemi. Ia mengatakan, akibatnya adalah tertundanya kelulusan perawat baru antara enam hingga 12 bulan.
Jadi, penundaan yang muncul, meningkatnya ketidakpuasan, ketidakbahagiaan, keduanya, menurut kami, kembali berpotensi menimbulkan dampak negatif baik pada rekrutmen untuk profesi perawat maupun retensi perawat yang kita miliki,” jelasnya.
“Masalah-masalah dan keprihatinan ini ada di berbagai penjuru dunia, tetapi semakin terasa di negara-negara berpendapatan rendah dan menengah. Ini menyebabkan semakin berkurangnya tenaga perawat terdidik. Laporan ICN mencatat eksodus atau kepindahan besar-besaran perawat dari negara-negara berkembang ke negara-negara lebih kaya, di mana gaji dan kondisi kerja lebih baik.
Pada saat bersamaan, laporan ICN menyatakan sebagian di antara negara kaya itu aktif berupaya merekrut perawat di negara-negara lebih miskin untuk mengurangi kekurangan tenaga perawat yang mereka alami.
(Khafid Mardiyansyah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.