Ratusan Petani di Sumedang Mulai Terima Kartu Tani

Agustina Wulandari , Okezone · Senin 03 Mei 2021 10:15 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 03 1 2404599 ratusan-petani-di-sumedang-mulai-terima-kartu-tani-shTzVtk86q.jpg Foto: Dok.Kementan RI

SUMEDANG – Ratusan petani yang tergabung dalam kelompok tani di Desa Pangadegan Kecamatan Rancakalong, Sumedang mulai mendapatkan kartu tani. Kartu tani ini nantinya dapat digunakan untuk membeli pupuk bersubsidi pada kios pupuk yang telah ditunjuk.

Pembagian kartu tani dilakukan langsung petugas dari Bank Mandiri dengan mengambil tempat di Balai Desa Pangadegan dan diterima langsung petani bersangkutan.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, penerapan program Rancangan Definitif Kebutuhan Kelompok elektronik (e-RDKK) dan Kartu Tani diyakini dapat menekan penyalahgunaan pupuk bersubsidi.

“Dengan adanya Kartu Tani aman karena petani langsung dapat jenis barangnya (pupuk). Dari sisi jenis, masuk. Dari sisi keamanan, masuk. Dari ketepatan sasaran dan waktu, juga masuk,” katanya, Minggu (2/5).

Sementara, Direktur Jenderal (Dirjen) Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian (Kementan) Sarwo Edhy menjelaskan, bagi petani yang ingin mendapatkan kartu tani harus memenuhi persyaratan. Pertama, harus tergabung dalam kelompok tani.

Kedua melampirkan fotokopi e-KTP, Tanda Kepemilikan Tanah, bukti setoran pajak tanah, bukti sewa, atau anggota Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH).

“Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) akan melakukan verifikasi data ke lapangan. Mereka lalu mengunggah data petani ke eRDKK," ujarnya.

Selanjutnya, dilakukan pengunggahan data RDKK atau upload alokasi pupuk bersubsidi ke dalam sistem eRDKK.

Ketua Kelompok Tani Sauyunan, Dusun Cipaku, Desa Pangadegan, Didi mengatakan, untuk mendapatkan kartu tani, para petani sebelumnya mengajukan permohonan terlebih dahulu yang dilengkapi dengan fotokopi KTP, fotokopi KK dan juga luas areal tanam.

“Jadi sebelumnya petani mengajukan permohonan terlebih dahulu dan alhamdulillah setelah diproses sekarang bisa keterima,” tuturnya.

Dijelaskan Didi, bagi petani keberadaan kartu tani ini sangatlah penting dalam upaya mendapatkan pupuk bersubsidi untuk kebutuhan areal pertanaman padinya.

“Kalau tidak pakai kartu tani bila beli pupuk pakai harga umum, sedangkan dengan kartu tani bisa harga subsidi dan ini tentunya sangat membantu para petani,” ujarnya.

Didi berharap kartu tani yang baru saja diterimanya bisa langsung digunakan untuk membeli pupuk bersubsidi mengingat saat ini petani yang tergabung dalam kelompoknya sudah mulai lagi melakukan pengolahan sawah di musim tanam kedua pada 2021.

CM

(yao)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini