Tolak Pakai Masker, Wanita Ini Dituduh Serang Pramugari di Atas Penerbangan

Susi Susanti, Koran SI · Kamis 06 Mei 2021 13:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 06 18 2406524 tolak-pakai-masker-wanita-ini-dituduh-serang-pramugari-di-atas-penerbangan-ugUzr6zZKO.jpg Seorang wanita dituduh serang pramugari di atas penerbangan (Foto: CNN)

MIAMI - Seorang wanita diduga menyerang pramugari selama penerbangan American Airlines dari Miami ke New York City.

Menurut pengaduan yang dikeluarkan jaksa federal dan diajukan di New York, pertengkaran antara Chenasia I. Campbell dan pramugari terjadi di tengah perjalanan American Airlines Penerbangan 1357.

Juru bicara maskapai Curtis Blessing mengatakan penerbangan meninggalkan Miami sebelum tengah malam Sabtu (1/5), dan tiba di Bandara Internasional John F.Kennedy sekitar pukul 2:14 Minggu (2/5) pagi.

Dalam sebuah pernyataan, American Airlines mengatakan bahwa "seorang pelanggan yang menolak untuk mematuhi persyaratan masker wajah federal menyerang seorang anggota awak saat dalam penerbangan."

"Kekerasan dalam bentuk apapun tidak ditoleransi oleh orang Amerika," kata pernyataan itu.

CNN telah bertanya kepada pihak berwenang tentang tuduhan maskapai bahwa penumpang tersebut melanggar mandat masker federal, yang tidak disebutkan dalam pengaduan tersebut. Seorang juru bicara mengatakan mereka tidak dapat berkomentar di luar tuduhan yang terkandung dalam pengaduan tersebut.

(Baca juga: Lindungi Diri dari Junta Militer, Pemerintahan Oposisi Myanmar Bentuk "Pasukan Pertahanan")

Pengaduan tersebut mengatakan Campbell meninggalkan kursinya dan mengikuti seorang pramugari ke area kru, diduga berteriak pada pramugari itu karena tidak mengambil sampahnya.

Pramugari lain mencoba untuk campur tangan, dan terdakwa menuduh pramugari itu mendorongnya.

Campbell kemudian memukul pramugari yang melakukan intervensi dengan tangan tertutup dan menarik rambut pramugari.

Kemudian, Campbell kembali ke area kru setelah berdebat dengan penumpang lain dan diduga menyatakan bahwa "polisi tidak akan melakukan apa pun terhadap saya," sebelum memukul pramugari itu jatuh ke lantai. Campbell juga mencoba menarik atau melepas baju pramugari itu.

Permintaan awak kepada kapten untuk mendaratkan pesawat ditolak. Tetapi petugas Departemen Kepolisian Kota New York yang sedang tidak bertugas dalam penerbangan dapat menahan wanita itu hingga dia ditahan saat tiba di New York.

(Baca juga: Negara-negara Maju G7 Dukung Taiwan Sebagai Pengawas di Majelis WHO)

Pramugari yang cedera menderita luka di lengan dan pipi, memar di dahi, kaki, dan leher tegang. Namun dia menolak bantuan medis tambahan setelah dievaluasi oleh personel medis di JFK.

Selain dituduh menyerang dan mengintimidasi seorang pramugari, Campbell juga dituduh mengganggu pelaksanaan tugas pramugari dan mengurangi kemampuan untuk melakukan tugas tersebut.

Menurut juru bicara kantor kejaksaan, Campbell muncul di pengadilan pada Senin (3/5) dan dibebaskan dengan jaminan USD15.000 (Rp215 juta).

Pengacara pembela Campbell, James Darrow dari Kantor Pembela Umum Federal Brooklyn, menolak berkomentar ketika dihubungi CNN.

Insiden itu terjadi ketika Administrasi Penerbangan Federal mengatakan pada Selasa (4/5) jika pihaknya mengalami lonjakan dalam laporan penumpang pesawat yang sulit diatur, dan telah menerima sekitar 1.300 laporan semacam itu sejak Februari lalu.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini