Dia pun meyakini bahwa doa orang-orang saleh yang lebih rajin beribadah kepada Allah akan lebih cepat terkabul.
“Itu yang saya lakukan. Sampai sekarang jika ketemu kiai Sepuh, tradisi itu dia jalankan. Apalagi sejak ayah saya meninggal, saya selalu meminta kiai bersangkutan untuk mendoakan dan membacakan Al Fatihah bagi almarhum KH Zainuddin MZ. Memang pendekatan seorang hamba pada Allah secara kasat mata tidak dapat diketahui, tapi karena kedekatan seorang ulama pada Allah saya yakin mereka memiliki karomah,” ujarnya.
Fikri merasa berkesan ketika berkunjung ke pesantren Abah Anom di Tasikmalaya. Dia pernah bertemu abah anom di Tasikmalaya dengan ayahnya. Saat itu, dirinya masih muda hanya mencium tangan almarhum Abah Anom. Selebihnya dia hanya mendengarkan ayahnya dan Abah Anom mengobrol.
"Saya dikenalkan pada abah Anom oleh ayah saya. Saya tahu Abah Anom dengan KH Zainuddin MZ sayang sekali. Saya tahu jika ayah ada acara di Jawa Barat selalu menyempatkan diri untuk mampir ke Abah Anom,” ungkapnya.
Fikri sangat berkesan selama berkunjung ke ulama dengan ayahnya. Dia ketika bertemu ulama-ulama selalu mendapatkan pesan untuk meneruskan yang dikerjakan ayahnya baik dalam tablig maupun dalam tradisi ziarah dan silaturahminya.
(Fakhrizal Fakhri )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.