RK Sambut Baik Aplikasi untuk Petani Milenial Kelola Lahan Secara Digital

Agung Bakti Sarasa, Koran SI · Kamis 06 Mei 2021 15:21 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 06 525 2406632 rk-sambut-baik-aplikasi-untuk-petani-milenial-kelola-lahan-secara-digital-hL9EAhcc4D.jpg Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (Foto: Ist)

BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyambut baik aplikasi Agree PT Telkom Indonesia yang memungkinkan petani milenial mengelola lahan pertaniannya secara digital.

Melalui aplikasi tersebut, petani dapat meningkatkan keilmuan tentang pangan. Agree adalah aplikasi penunjang agribisnis yang memiliki fitur kemitraan dengan perusahaan pertanian, permodalan, dan penjualan. Agree juga memiliki fitur cara budidaya, info cuaca, dan info harga.

"Sehingga, aplikasi Agree untuk petani Jabar itu saya sambut baik karena di dalamnya banyak kemudahan tentang peningkatan keilmuan pangan," ucapnya saat memberikan sambutan pada Webinar BPSDM Provinsi Jabar bertemen "Program Petani Milenial dan Aplikasi Agree untuk Petani Jabar Juaraā€¯ di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Kamis (6/5/2021).

"Seperti contohnya pertanian porang, unsurnya seperti karbohidrat, tapi tidak mengandung zat-zat yang tidak bikin gemuk, itulah contoh pengetahuan. Nah di aplikasi itu harus ada," imbuhnya.

Selain itu, kehadiran aplikasi Agree diharapkan memudahkan petani milenial memahami kondisi lahan pangan yang dikelolanya, seperti halnya manajemen budidaya.

"Kemudian dalam aplikasi tersebut ada manajemen budidaya, pelatihan, dan juga menciptakan inovasi menjadi sesuatu yang mudah dipahami para petani dan kepala desa," tuturnya.

Lebih lanjut, Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu mengatakan, di masa pandemi COVID-19, sektor ekonomi pangan dan teknologi digital tidak mengalami penurunan.

Oleh karena itu, jika keduanya digabungkan, akan menghasilkan kebermanfaatan bagi perekonomian masyarakat di masa depan.

"Jadi kesimpulannya kalau kita mau selamat di masa depan, masyarakat Jabar harus bisa melihat ekonomi yang tangguh, yakni menggabungkan ekonomi pangan dan digital," sebutnya.

"Karena kalau hanya digital saja tidak akan bisa ataupun sebaliknya hanya mengandalkan ekonomi pangan saja," sambung Kang Emil.

Kang Emil menambahkan, pengelolaan lahan pangan membutuhkan kolaborasi semua pihak, termasuk PT Telkom yang ikut bela negara dengan aplikasinya untuk membantu petani milenial di Jabar.

"Karena yang kita bangun dalam petani milenial ini adalah superteam, bukan superman, semua produk inovasinya adalah kerja dari superteam," tegas Kang Emil.

Diketahui, Pemda Provinsi Jabar belum lama ini meluncurkan program Petani Milenial yang mengajak pemuda bertani di desa difasilitasi pelatihan dari pemda dan pembiayaan dari bank bjb melalui kredit usaha rakyat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini