Diputarbalikkan, 3.169 Kendaraan Gagal Masuk Jatim

Lukman Hakim, Koran SI · Jum'at 07 Mei 2021 14:58 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 07 519 2407203 diputarbalikkan-3-169-kendaraan-gagal-masuk-jatim-GNh5PDlCoi.jpg Petugas melakukan penjagaan di pos penyekatan di Kota Bogor, Jawa Barat. (Ilustrasi/Foto : Putra Ramadhani)

SURABAYA – Sebanyak 3.169 kendaraan diputarbalikkan oleh petugas ketika hendak melintasi 8 titik perbatasan di Jawa Timur (Jatim), pada hari pertama larangan mudik, Kamis (6/5/2021).

“Pengendara diminta putar balik jika tak bisa menunjukkan surat bebas COVID-19, surat izin dari perusahaan, hingga Surat Izin Keluar Masuk (SIKM),” kata Dirlantas Polda Jatim, Kombes Pol Latif Usman, Jumat (7/5/2021).

Ia menjelaskan, di 8 titik penyekatan perbatasan Jatim-Jateng, terdapat 971 sepeda motor, 1.386 mobil penumpang, 188 bus, 287 mobil barang, dan 35 kendaraan khusus yang diputar balik. Pada penyekatan di perbatasan Jatim-Bali atau di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, ada 152 sepeda motor, 130 mobil penumpang, dan 20 mobil bus yang diputar balik.

Latif menegaskan, pengendara itu diputarbalikkan karena bisa menunjukkan atau membawa sejumlah persyaratan yang telah ditentukan, seperti surat bebas Covid-19, surat izin dari perusahaan, hingga Surat Izin Keluar Masuk (SIKM).

"Banyak masyarakat menganggap untuk bekerja pada lokasi yang dituju, tidak perlu adanya surat izin dari perusahaan tempat kerja atau surat izin dari kelurahan atau kecamatan," ujar Usman.

Penyekatan tersebut dilakukan sejak 6-17 Mei 2021. Di wilayah aglomerasi atau rayonisasi Surabaya, kendaraan di luar plat L (Surabaya) dan W (Gresik dan Sidoarjo) tak diperbolehkan melintas tanpa ada kelengkapan atau keterangan penyerta dari sejumlah pihak terkait.

Baca Juga : Larangan Mudik, Bandara Sam Ratulangi Hanya Melayani Satu Penerbangan

Sementara itu, sebanyak 120 kendaraan yang hendak masuk ke Surabaya diminta putar balik akibat tidak mampu menunjukkan syarat perjalanan. Rinciannya, sepeda motor 55 unit, mobil 60 unit, bus 3 unit dan mobil barang 2 unit.

“Sebagian besar kendaraan yang tak bisa menunjukan identitas, surat tugas, surat bebas Covid-19, hingga Surat Izin Keluar Masuk (SIKM),” kata Kasatlantas Polrestabes Surabaya AKBP Teddy Chandra.

Teddy menambahkan, pihaknya masih belum menemukan adanya pelanggaran di pos penyekatan. Kendati demikian, petugas tetap melakukan pemeriksaan secara ketat kepada masing-masing pengendara.

Baca Juga : Hari Kedua Larangan Mudik, Polda Jabar Putar Balik 4.910 Kendaraan

"Belum ada seperti travel gelap. Kalau Surabaya saya rasa kan jadi tujuan kota akhir ya. Sudah gitu kan memang sekarang batas penyekatan dari batas provinsi, kabupaten, sampai kota semua disekat. Memang, bisa jadi tidak akan tembus Surabaya. Karena, penyekatan di provinsi berlapis lapis," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini