Nekat Palsukan Hasil Tes PCR, Pemudik Ditangkap Polisi

Wisnu Wardhana, iNews · Sabtu 08 Mei 2021 15:40 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 08 512 2407715 nekat-palsukan-hasil-tes-pcr-pemudik-ditangkap-polisi-cYHbtxyTax.jpg Foto: MNC Portal.

SEMARANG – Polisi menangkap seorang pemudik yang kedapatan memalsukan dokumen hasil tes PCR saat akan menggunakan penerbangan di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani, Semarang.

Pelaku mencetak dokumen hasil tes PCR palsu itu sendiri, tetapi petugas yang merasa ada kejanggalan kemudian melakukan cek silang ke klinik laboratorium yang tertera dalam dokumen tersebut. Hasil pemeriksaan akhirnya menunjukkan bahwa dokumen tersebut dipalsukan.

BACA JUGA: Begini Kondisi Lalulintas di Perbatasan Bogor-Sukabumi

Akibat tindakannya, Erwin Ahmad Sirojudin, warga Banten yang bekerja di Semarang terpaksa digelandang ke kantor polisi. Erwin terbukti memalsukan dokumen hasil tes PCR saat akan menggunakan penerbangan maskapai Garuda di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang pada Sabtu (8/5/2021) pagi.

Kecurigaan petugas bermula saat Erwin menjalani pemeriksaan dokumen oleh petugas kantor kesehatan pelabuhan (KKP) bandara. Dalam dokumen tersebut tertera hasil tes PCR tanggal 8 Mei padahal pelaku terjadwal akan terbang Sabtu pukul 9 pagi, yang dirasa janggal karena hasil tes PCR paling tidak membutuhkan waktu sekira 6 jam untuk mengetahui hasilnya.

Setelah ditelusuri dan di uji silang ke laboratorium yang tertera, ternyata nama pelaku tidak tercantum karena tidak pernah melakukan tes di tempat tersebut.

BACA JUGA: Mudik Dilarang, Warga Nekat Lintasi Perbatasan Menggunakan Betor

Terbukti melakukan pemalsuan dokumen, pelaku kemudian digelandang ke Polsek Semarang Barat. Dari pengakuannya, pelaku sengaja mencetak dokumen karena terburu-buru dan belum melakukan tes. Dokumen tes PCR yang dicetak sendiri itu merupakan hasil googling di internet.

Akibat dari perbuatannya pelaku dijerat dengan pasal 263 KUHP tentang pemalsuan surat dengan ancaman hukuman 6 bulan penjara. Untuk memastikan kondisi kesehatan pelaku petugas melakukan swab antigen sebelum menjalani proses penyidikan pihak kepolisian.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini