Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Sekjen PBNU Ajak Masyarakat Rayakan Hari Kemenangan Tanpa Mudik Bersama

Fahmi Firdaus , Jurnalis-Minggu, 09 Mei 2021 |15:52 WIB
Sekjen PBNU Ajak Masyarakat Rayakan Hari Kemenangan Tanpa Mudik Bersama
Tangkapan layar media sosial
A
A
A

JAKARTA - Menjelang Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran, masyarakat berbondong-bondong pergi ke kampung halaman untuk menjalin silaturahmi bersama sanak saudara di hari raya nan suci. Tradisi ini disebut dengan istilah mudik atau bermakna pulang kampung.

(Baca juga: Polemik Sholat Idul Fitri di Rumah, MUI: Jangan Sampai Kita Dibikin Stres!)

Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Helmy Faishal Zaini mengatakan, mudik atau pulang kampung merupakan tradisi yang luhur dimana kita bisa bersilaturahim kepada orangtua dan kepada kerabat.

“Bahkan kita bisa bernostalgia kembali ke masa lalu kita. Kita bisa kembali ke kehidupan ketika kecil dahulu. Maka tradisi ini adalah sebuah tradisi yang sangat dikenal oleh kita sebagai bangsa Indonesia,” ujar Helmy, Minggu (9/5/2021).

(Baca juga: Prajuritnya Dikepung Mata Elang, TNI AD Turun Tangan dan Kawal Kasusnya)

Namun kata dia, Lebaran tahun ini tentu berbeda dengan lebaran-lebaran sebelumnya, dimana pemerintah telah membuat satu kebijakan untuk melakukan pembatasan dan pelarangan mudik pada tanggal-tanggal yang telah ditetapkan.

“Maka, bagaimanakah sikap kita terhadap kebijakan tersebut. Pertama tentu sebagai warga negara kita harus taat, bahwa pemerintah ketika mengambil kebijakan ini tentu memiliki satu dasar pertimbangan yang mengutamakan kemaslahatan bagi kita semua,” ujarnya.

“Kita semua tentu tahu bahwa pandemi Covid-19 ini masih berada di sekitar kita, bahkan sampai hari ini, sudah lebih dari 1,7 juta masyarakat kita yang terpapar virus covid-19, bahkan lebih dari 46 ribu, saudara-sodara kita yang telah meninggal akibat terdampak virus covid-19 ini,” sambungnya.

Oleh karena itu, dia meminta masyarakat mengikuti anjuran pemerintah untuk sementara waktu ini tidak melaksanakan mudik.

“Mungkin kita bisa melakukannya dengan komunikasi secara virtual, ataupun menggunakan media-media komunikasi lainnya, sebagai bagian dari ikthiar kita. Agar kita tidak membawa virus covid-19 ini ke kampung halaman kita masing-masing,"ujarnya

. Terlebih disana begitu banyak orang tua kita yang sudah berumur lanjut, yang rentan terhadap pengorbit dari suatu penyakit, yang tentu tidak kita harapkan dapat menimbulkan masalah-masalah kesehatan dikemudian hari,” sambung Helmy.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement