Ia mengatakan akan memberikan pendampingan oleh psikolog termasuk memberikan buku bacaan kepada si anak tersebut, karena sudah pandai membaca.
"Kami berikan pendampingan sebaik mungkin supaya semua bisa berjalan baik, dan proses belajar mengajar bisa segera dilakukan pada tahun ajaran baru," ujarnya.
Baca Juga : Dipaksa Makan Kotoran Kucing, ART di Surabaya Alami Trauma
Sebelumnya, EAS diduga menjadi korban kekerasan yang dilakukan majikannya. Saat ini, korban tengah mendapatkan perawatan secara intensif.
Ironisnya, majikan sempat membawa korban ke Lingkungan Pondok Sosial (Liponos) Keputih, Jawa Timur, dengan alasan bahwa EAS mengalami gangguan jiwa.
(Angkasa Yudhistira)