JAKARTA - Menjelang Hari Raya Idul Fitri, kawasan Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat kembali diserbu pengunjung. Mereka memenuhi kawasan itu tanpa patuh terhadap protokol kesehatan (prokes).
(Baca juga: Prajuritnya Dikepung Mata Elang, TNI AD Turun Tangan dan Kawal Kasusnya)
Sebelumnya, Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo memperingatkan agar jangan sampai Pasar Tanah Abang maupun pusat-pusat perbelanjaan menjadi klaster baru penyebaran Covid-19
“Suasana di sebuah toko pakaian di Pasar Tanah, Abang, Jakarta Pusat pagi ini, Senin, 10/5/2021,” akun instagram @jakarta.
(Baca juga: Sambut Lebaran, Pasar Tanah Abang Tutup Selama Sepekan)
Dalam video yang viral terlihat di salah satu kios di Pasar Tanah Abang dipenuhi sejumlah pembeli. Kerumunan pun terjadi di kawasan pasar grosir terbesar di Asia Tenggara tersebut.
Meski kerumunan terjadi, namun pengunjung dan pembelinya tetap tak patuh dengan prokes. Mereka tampak membuka masker dan tak melakukan jaga jarak, kondisi ini berbahaya bagi penyebaran Covid-19.
Bahkan saking padatnya lorong lorong kawasan kemudian penuh sesak. Warga kemudian saling berhimpitan, dan membuat akses jalan tak bisa dilalui warga.
Sementara itu, warga net kemudian meminta kepada si akun @jakarta.terkini untuk menghapus video itu. Mereka melihat video ini akan menjadi alasan pemerintah bisa menutup tempat ini.
“Bang ksian nnti malah tutup, hapus aja,” kata @putraflatland dalam komentar di caption.
“Biarin aja min orang lain lagi cari rejekinya jgn di matiin kasian emg pemerintah mau tanggung kalo keluarganya kagak makan,” kata @lutfisapuutra.
(Fahmi Firdaus )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.