Israel Tunda Penggusuran Warga Palestina di Yerusalem

Antara, · Selasa 11 Mei 2021 05:26 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 11 18 2408753 israel-tunda-penggusuran-warga-palestina-di-yerusalem-xbPappW10X.jpg Konflik Palestina-Israel di Masjid Al Aqsa (Foto: Anadolu Agency)

YERUSALEM - Jaksa Agung Israel pada Minggu (9/5) melalui sidang pengadilan menangguhkan rencana penggusuran warga Palestina di Yerusalem.

Sidang tersebut disebut-sebut akan berpotensi memicu lebih banyak kekerasan di kota suci itu dan meningkatkan kekhawatiran internasional.

Pemerintah Israel sekarang punya waktu untuk mencoba meredakan situasi --yang mudah terbakar-- di Yerusalem, tempat kasus pengadilan dan gesekan selama bulan suci Ramadhan telah menyebabkan bentrokan antara warga Palestina dan polisi Israel.

Mahkamah Agung Israel pada Senin (10/5) waktu setempat akan mendengarkan banding terhadap rencana penggusuran beberapa keluarga Palestina dari area Sheikh Jarrah di Yerusalem Timur, sebuah daerah yang direbut Israel dalam perang tahun 1967.

Pengadilan tingkat lebih rendah telah mendukung klaim pemukim Yahudi atas tanah tempat rumah-rumah orang Palestina berada. Keputusan itu dianggap Palestina sebagai upaya Israel untuk mengusir mereka dari Yerusalem, wilayah yang diperebutkan.

(Baca juga: Kasus Covid-19 Meningkat, Malaysia "Lockdown" 12 Mei - 7 Juni)

Namun menit-menit terakhir persidangan, para pemohon meminta pengadilan untuk meminta pendapat hukum dari Jaksa Agung Avichai Mandelblit.

Permohonan itu membuka jalan bagi sidang pada Senin untuk ditunda dan kemungkinan Jaksa Agung Avichai Mandelblit bisa menentang penggusuran tersebut.

Seorang juru bicara Mandelblit mengatakan pengadilan setuju untuk menerima pengajuan di masa depan dari jaksa agung dan bahwa sidang baru akan dijadwalkan berlangsung dalam 30 hari.

"Karena keputusan pengadilan itu, saya sangat optimis," kata Nabil al-Kurd, 77, salah satu warga Palestina yang menghadapi penggusuran.

"Kami berada di sini di negara kami, di tanah kami. Kami tidak akan menyerah," ujar dia setelah berbuka puasa.

(Baca juga: Yordania Peringatkan Israel Atas Serangan "Barbar" di Masjid Al Aqsa)

Al-Kurd dan sekelompok tetua duduk dan menyaksikan para pengunjuk rasa muda Palestina bernyanyi dan meneriakkan slogan-slogan kepada para pemukim di seberang jalan, meneriakkan "Kebebasan, kebebasan" dan "Palestina adalah Arab".

Orang-orang Israel melakukan hal yang sama. Mereka bernyanyi dan menari sementara polisi dengan perlengkapan anti huru-hara dan menunggang kuda memastikan kedua kubu berada di posisi terpisah.

Di rumah pemukim di seberang jalan, Yaakov, 42, mengatakan penundaan pengadilan adalah "aib."

"Mereka seharusnya mengambil sikap dan menunjukkan bahwa siapa pun yang melakukan tindakan kekerasan di Israel segera dihukum dan tidak diberi imbalan atas perilaku buruk mereka," katanya.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini