Palestina-Israel: Warga Gaza Terancam Perang Skala Penuh di Tengah Idul Fitri

Agregasi BBC Indonesia, · Jum'at 14 Mei 2021 01:32 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 14 18 2410000 palestina-israel-warga-gaza-terancam-perang-skala-penuh-di-tengah-idul-fitri-UU6E6jNX3Y.jpeg Foto: Reuters

PADA saat jutaan umat Muslim dunia merayakan Idul Fitri, warga Palestina dan Israel justru harus berlindung di tengah saling serang antara kelompok Palestina dan tentara Israel.

Di Gaza - sasaran pengeboman serangan udara Israel - hanya sejumlah orang yang melakukan salat Idul Fitri di luar, dengan latar belakang gedung yang hancur.

Saling serang tetap berlangsung pada Idul Fitri dan warga mengatakan lebaran kali ini mereka hadapi di tengah "ketakutan".

"Idul Fitri kali ini berbeda. Idul Fitri terjadi di tengah pemboman, ketakutan dan kesedihan," kata Fahd Ramadan, seorang warga berusia 44 tahun di kota Khan Younis.

Banyak jalan yang biasanya penuh dengan orang, kosong.

"Tak ada Idul Fitri, dan tak ada pekerjaan karena perang dan rudal," kata Khamees al-Jabri, seorang pemuda berusia 19 tahun yang biasanya menawarkan kudanya untuk ditumpangi anak-anak pada perayaan seperti lebaran, lapor kantor berita Reuters. 

Baca juga: Update: 83 Warga Palestina di Gaza Tewas Akibat Serangan Udara Israel

Sementara seorang, warga negara Indonesia yang tinggal di Gaza, Husen, juga mengatakan "tak ada Lebaran bagi kami" tahun ini di tengah dentuman bom.

"Yang pasti tampaknya tahun ini tak ada Lebaran di Gaza. Warga Palestina terpaksa menerima kondisi ini." kata Husen, aktivis kemanusiaan dan wartawan yang pernah merasakan tiga kali agresi militer Israel. 

Sementara di kompleks masjid al-Aqsa - tempat bermulanya konflik akibat bentrokan antara polisi Israel dan warga Palestina - warga Yerusalem dapat melakukan salat.

Baca juga: Hamas Melawan Israel dengan Hujan Roket, Bagaimana Kekuatan dan Daya Jangkaunya?

PBB memperingatkan potensinya terjadi "perang dalam skala penuh" karena meningkatnya kekerasan ini.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas memutuskan tidak ada perayaan Idul Fitri dan mengimbau warga hanya menjalankan ibadah saja sambil mendoakan mereka yang meninggal akibat serangan udara Israel serta menurunkan bendera Palestina setengah tiang sebagai tanda berkabung.

Kekerasan ini - terburuk sejak 2018 - menyebabkan paling tidak 65 orang Palestina meninggal akibat serangan udara Israel. Sebanyak 14 di antara mereka adalah anak-anak.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini