MEDAN - Kementerian Pertanian memberikan apresiasi kepada Sumatera Utara yang bisa menjaga pupuk bersubsidi. Ketersediaan pupuk bersubsidi di Sumatera Utara masih sangat aman. Di tempat ini, juga tidak terjadi kelangkaan pupuk. Rata-rata penyerapannya mencapai 30 persen.
Mentan SYL mengatakan, pengawasan dan pengawalan distribusi pupuk bersubsidi harus dilakukan bersama.
"Pupuk bersubsidi adalah bagian dari komitmen pemerintah untuk membantu petani meningkatkan produktivitas untuk menjaga ketahanan pangan. Oleh karena itu, program ini harus sama-sama kita awasi dan kawal agar tepat sasaran," katanya, Sabtu (15/5/2021).
Sementara Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian, Sarwo Edhy, mengatakan jumlah pupuk bersubsidi sangat terbatas.
"Jumlah pupuk bersubsidi sangat terbatas. Oleh karena itu, pupuk subsidi sifatnya membantu petani. Kita pun mendistribusikannya secara tertutup dengan data di eRDKK," katanya.
Sarwo Edhy menjelaskan, penerima pupuk bersubsidi sendiri sudah diatur dalam Pemetaan Nomor 49 Tahun 2020.