Ditangkap Polisi, Wanita yang Memaki Petugas Minta Maaf

Teguh Mahardika, Koran SI · Senin 17 Mei 2021 16:49 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 17 340 2411272 ditangkap-polisi-wanita-yang-viral-memaki-petugas-minta-maaf-biy1nDXNq2.jpg Wanita memaki petugas di pos penyekatan Cilegon (Foto : Istimewa)

CILEGON - Jajaran Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Cilegon , berhasil mengamanankan seorang wanita yang memaki-maki petugas karena dilarang ke Pantai Anyer, Minggu 16 Mei 2021, kemarin. Aksi tersebut pun jadi viral di media sosial.

Wanita seksi yang diketahui bernama Gustuti Rohmawati itu diamankan polisi di rumah saudaranya di Kampung Sangiang , Kecamatan Carita , Kabupaten Pandeglang .

Gustuti diamankan bersama teman prianya bernama Hasan Bahrudin yang pada saat kejadian mengemudikan mobil Toyota Vios nomor polisi A 1330 TH.

Kapolres Cilegon AKBP Sigit Haryono mengatakan, Gustuti dengan pengemudi Vios bernama Hasan Bahrudin adalah pasangan suami-istri.

"Jadi setelah kami amankan ternyata wanita dan pengemudi pasangan suami istri. Kemudian dari hasil keterangan yang kami dapatkan bahwa suami istri ini tinggal di Serang dan akan berangkat menuju ke Carita , Kabupaten Pandeglang ," ujar Sigit kepada wartawan saat di Mapolres Cilegon , Senin (17/5/2021).

Kapolres mengungkapkan , setelah diamankan dan dilakukan pemeriksaan yang bersangkutan menyesali perbuatannya serta meminta maaf kepada institusi Polri dan teman - teman Dishub yang bertugas pada saat kejadian.

Baca Juga : Wanita Maki Petugas Tolak Diputar Balik di Pos Penyekatan Ciwandan Mengaku Didorong dan Dicaci

"Pada kesempatan ini saya ingin menyampaikan permohonan maaf saya sebesar - besarnya kepada Dishub dan petugas Dinas Kesehatan Kota Cilegon yang berjaga di pos penyekatan jalur menuju Anyer , khususnya kepada petugas kepolisian dan masyarakat seluruh Indonesia atas sikap dan perilaku saya yang pada saat itu meluap dan emosi karena diminta untuk putar balik," tuturnya.

"Padahal tujuan saya bukan untuk berwisata ke Pantai Anyer melainkan untuk menjenguk saudara saya sedang sakit. Intinya saya sangat menyesal atas perbuatan saya," ungkap Gustuti di tempat yang sama.

Sementara untuk penyelesaian perkara ini polisi akan memproses secara restorative justice yaitu alternatif dalam sistem peradilan pidana dengan mengedepankan pendekatan integral antara pelaku dengan korban dan masyarakat sebagai satu kesatuan untuk mencari solusi serta kembali pada pola hubungan baik.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini