Pekik Takbir Tandai Selamatnya Gadis Kecil dari Rentetan Bom Israel di Gaza

Tim Okezone, Okezone · Rabu 19 Mei 2021 16:59 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 19 18 2412438 pekik-takbir-tandai-selamatnya-gadis-kecil-dari-rentetan-bom-israel-di-gaza-WXlLgjVYoY.jpg Tangkapan layar media sosial/ Reuters

JAKARTA - Suzy Eshkuntana (6) berhasil selamat, setelah terkubur puing-puing rumahnya selama kurang lebih 7 jam. Ia menjadi salah satu korban selamat dari serangan udara Israel beberapa waktu lalu di Gaza, Palestina. Serangan yang menewaskan 42 orang termasuk Ibu dan keempat saudaranya.

(Baca juga: Gempur Palestina dengan Senjata Canggih, Kekuatan Israel Masih Kalah Jauh dengan Indonesia)

Tim penyelamat, polisi, tetangga dan kerabat keluarga Eshkuntana berkumpul diruntuhan puing rumah keluarga itu. Setelah pencarian berjam-jam, mulai terdengar teriakan “Allahu Akbar” (Allah Maha Besar) dari tim pencari. Merupakan tanda ditemukannya korban selamat.

“Suzy ditemukan penuh debu dan terlalu lemah untuk mengangkat kepalanya. Ia hanya bisa menangis ketika dibawa ke ambulans,” tulis Reuters dikutip Okezone Rabu (19/5/2021).

(Baca juga: Kisah Pasukan Putih di Gaza, Senjata Canggih Zionis Israel Tak Bisa Membunuhnya)

Suzy kemudian dibawa ke Rumah Sakit Shifa untuk mendapatkan pertolongan pertama. Disana, Ia dipertemukan kembali dengan sang ayah yang juga selamat dari serangan itu. Serangan dasyhat yang merenggut keluarga dan tempat tinggalnya.

“Maafkan aku anakku, kamu berteriak agar aku datang kepada mu, tapi aku tidak bisa datang,” ujar Riyad Eshkuntana dikutip Okezone dari Reuters.

Berdasarkan keterangan dari Perdana Menteri Israel Benjamanin Netanyahu, serangan ini merupakan serangan balasan dari pihaknya. Bertujuan menghancurkan kelompok Hamas yang bertempat di wiliyah Gaza.

Sebelumnya, kelompok Hamas memang sempat menembakan 2.800 roket ke wilyah Israel. Serangan ini memakan 10 korban nyawa dan membuat seluruh masyarakat Israel dibuat mengungsi ke zona aman.

"Alasan kami mendapat korban ini adalah karena Hamas secara kriminal menyerang kami dari lingkungan sipil," Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan kepada penyiar AS CBS.

(Timothy Putra Noya)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini