Ironis! Begini Kronologis Direbutnya Tanah Palestina oleh Israel

MNC Portal, · Jum'at 21 Mei 2021 07:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 20 18 2413046 ironis-begini-kronologis-direbutnya-tanah-palestina-oleh-israel-1i7FpR2biZ.jpg Konflik Israel-Palestina terus memanas (Foto: Reuters)

JAKARTA – Sebagian besar tanah Palestina sekarang ini sudah dikuasai oleh Israel. Bertahap tapi pasti, Palestina kian tersisih di tanahnya sendiri.

Walau begitu, Palestina dan sekutunya tidak diam saja. Berbagai upaya dilakukan untuk membela Palestina, tetapi tampaknya Israel tetap di atas angin.

Setelah jatuhnya khilafah Utsmaniyah, Palestina menjadi jajahan Inggris. Inggris menduduki selatan Palestina dan bagian tengahnya pada Desember 1917

Pada 2 November 1917, Perjanjian Balfour terjadi dengan menandatangani perjanjian penyerahan Palestina kepada Zionis padahal saat itu Palestina belum menjadi jajahan Inggris. Saat perjanjian Balfour dilaksanakan tercatat sebesar 56.000 Yahudi menatap di Palestina (8 persen dari penduduk Palestina)

September 1918, Inggris menjajah Palestina bagian utara

Pada 1939-1945, Eksodus Yahudi ke Palestina tidak bisa dilepaskan dari tragedi holocaust yang didengungkan Eropa. Holocaust muncul karena perbuatan Nazi pada perang dunia II.

(Baca juga: Komandan Hamas Mohammad Deif, "Kucing 9 Nyawa" yang Selalu Lolos dari Upaya Pembunuhan Israel)

Pada tahun 1946, Transyordania memperoleh kemerdekaan dari Mandat Britania atas Palestina.

Pada tanggal 14 Mei 1948, Yahudi mendeklarasikan negara Israel

Pada tahun 1948, terjadi Perang Arab-Israel. Selama perang,Israel memperoleh wilayah tambahan. Mesir memperoleh kendali atas Jalur Gaza dan Transyordania mendapatkan kontrol atas Tepi Barat.

Pada tahun 1959, Mesir awalnya mendukung terciptanya Pemerintahan Seluruh Palestina, tapi itu dibubarkan

Pada tahun 1964, ketika Tepi Barat dikontrol oleh Yordania, Organisasi Pembebasan Palestina didirikan di sana dengan tujuan untuk menghadapi Israel.

(Baca juga: Hamas Prediksi Gencatan Senjata Terjadi Esok, Israel Tegaskan Tidak)

Pada tahun 1967, Perang Enam Hari ketika Mesir, Yordania dan Suriah berperang melawan orang Israel, berakhir dengan ekspansi teritorial signifikan oleh Israel.

Pada 22 November 1974, KTT Liga Arab 1974 menunjuk Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) sebagai wakil sah tunggal rakyat Palestina dan menegaskan kembali hak mereka untuk mendirikan negara merdeka yang mendesak.PLO telah memiliki status pengamat di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai "entitas non-negara"

Pada 15 November 1988, Deklarasi Kemerdekaan Palestina dinyatakan di Aljir oleh Dewan Nasional (PNC) Organisasi Pembebasan Palestina (PLO)

Pada tahun 1993, dalam Persetujuan Oslo, Israel mengakui tim negosiasi PLO sebagai "mewakili rakyat Palestina", dengan imbalan PLO mengakui hak Israel untuk eksis dalam damai, penerimaan resolusi Dewan Keamanan PBB 242 dan 338, dan penolakannya terhadap "kekerasan dan terorisme".

(sst)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini