Pacar Pelaku Aborsi Jadi Tersangka, Terancam 15 Tahun Penjara

Angga Rosa (Koran Sindo), Koran SI · Sabtu 22 Mei 2021 11:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 22 512 2413921 pacar-pelaku-aborsi-jadi-tersangka-terancam-15-tahun-penjara-UdZs6R2nh8.jpg Pelaku periksa pacar pelaku aborsi di Magelang (Foto : Sindo/Angga Rosa)

MAGELANG - Penyidik Polres Magelang menetapkan pria berinisial M (22) warga Desa Munggangsari, Kecamatan Kaliangkrik sebagai tersangka perkara persetubuhan terhadap anak. M adalah pacar pelaku aborsi di kamar mandi Apotik Falensia Tempuran Kabupaten Magelang berinisial TA (17), warga Kaliangkrik.

Penetapan M sebagai tersangka merupakan pengembangan dari kasus aborsi yang dilakukan TA. Tersangka M dijerat dengan Pasal 81 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Perpu Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perbuahan Kedua Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Atas aksinya, pelaku terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Kasatreskrim Polres Magelang M. Alfan Armin menjelaskan, setelah mendapat fakta-fakta dalam peristiwa aborsi dengan tersangka salah satu siswi SMK di Magelang, penyidik kemudian melakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut terkait dengan tindak pidana persetubuhan terhadap anak, yakni TA (pelaku aborsi).

Kemudian dari hasil penyelidikan dan penyidikan diketahui bahwa tersangka aborsi melakukan hubungan badan sehingga menyebabkan hamil dengan kekasihnya yang berinisial M.

"Berdasarkan hasil gelar perkara kami menetapkan M sebagai tersangka dalam kasus persetubuhan terhadap TA (17), pelajar SMK di Magelang warga Kaiangkrik Magelang," ujarnya, Sabtu (22/5/2021).

Baca Juga : Setubuhi Kekasihnya di Atas Motor, Pria Ini Ditangkap Polisi

Alfan menyatakan, berdasarkan keterangan tersangka M, persetubuhan dilakukan sebanyak 5 kali di rumah korban dan di rumah tersangka sendiri. "Tersangka memberikan keterangan bahwa persetubuhan terhadap TA (korban) dilakukan 5 kali yakni di rumah korban maupun di rumah tersangka M," tuturnya.

Dalam perkara ini penyidik Satreskrim Polres Magelang menyita barang bukti berupa pakaian dan telepon seluler korban.

"Pakaian yang dikenakan korban saat kejadian kami sita. Kami juga menyita telepon seluler yang berisi percakapan pelaku dan korban untuk pembuktian perkara. Tersangka kami tahan untuk kepentingan penyidikan dan proses hukum selanjutnya," tandasnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini