Share

Hampir 100 Rumah Warga Malang Rusak Akibat Gempa Besar di Blitar

Avirista Midaada, Okezone · Sabtu 22 Mei 2021 16:38 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 22 519 2414029 hampir-100-rumah-warga-malang-rusak-akibat-gempa-besar-di-blitar-JOQpBnhWv0.jpg foto: ist

MALANG - BPBD Kabupaten Malang mencatat sebanyak 90 rumah di Kabupaten Malang rusak akibat gempa di Blitar. Hal ini berdasarkan data dari tim di lapangan hingga pukul 10.00 WIB, pada Sabtu pagi (22/5/2021).

(Baca juga: Eksekutor Napi Cebongan Serda Ucok Bergabung ke Satuan Telik Sandi?)

Plt Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan, mengatakan, pihaknya saat ini terus melakukan pendataan rumah warga yang rusak. Kerusakan akibat gempa Blitar tersebut, beberapa diantaranya kembali terjadi pada wilayah yang sebelumnya terdampak gempa bumi pada 10 April 2021.

“Ada sepuluh rumah yang sebelumnya telah terdampak gempa pada 10 April 2021. Kerusakan atau keretakan yang lama, semakin parah,” kata Sadono kepada Okezone.

(Baca juga: Elektabilitas Prabowo dan Anies Tertinggi di Pemilu 2024)

Berdasarkan catatan BPBD Kabupaten Malang, dari total sebanyak 90 rumah yang mengalami kerusakan tersebut, sebanyak 64 unit rumah rusak ringan, 17 unit rumah rusak sedang, dan empat rumah lainnya rusak berat.

Selain sepuluh rumah yang kembali mengalami kerusakan akibat gempa berkekuatan magnitudo 5,9 tersebut, terdapat juga kerusakan baru. Menurutnya, ada kurang lebih sebanyak 17 rumah yang mengalami kerusakan akibat gempa bumi yang terjadi di Kabupaten Blitar itu.

Ditambahkannya , selain menyebabkan kerusakan rumah penduduk, gempa bumi juga menyebabkan sebanyak 17 fasilitas umum mengalami kerusakan. Beberapa fasilitas umum yang rusak tersebut diantaranya adalah puskesmas, tempat ibadah, termasuk Balai Dusun Sukodadi di Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, rusak akibat gempa pada Jumat malam kemarin.

“Untuk fasilitas umum, sampai saat ini tercatat ada tiga tempat ibadah, dan 13 layanan kesehatan, serta satu balai dusun,” kata Sadono.

Kerusakan yang terjadi akibat gempa tersebut, dilaporkan terjadi di beberapa kecamatan, seperti Kecamatan Ampelgading, Kecamatan Dampit, Kecamatan Donomulyo, Kecamatan Gondanglegi, Kecamatan Kalipare, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, dan Kecamatan Tirtoyudo.

Sadono menambahkan, akibat gempa bumi yang dirasakan di beberapa daerah di Jawa Timur tersebut, satu orang dilaporkan mengalami luka-luka. Korban luka akibat gempa yang terjadi pada pukul 19.09 WIB tersebut, atas nama Febri yang tinggal di Desa Banjarejo, Kecamatan Donomulyo. “Satu orang mengalami luka,” ujar Sadono.

Namun mengenai detail luka-luka yang dialami Febri tersebut, masih menunggu informasi tim di lapangan.

Sementara untuk penanganan dampak gempa Blitar, saat ini tim BPBD Kabupaten Malang masih berada di lokasi terdampak gempa, sejak bencana yang terjadi pada 10 April 2021. Menurut Sadono, dampak gempa Blitar, tidak sebesar gempa sebelumnya yang melanda Kabupaten Malang.

Baca Juga: Salurkan BLT BBM kepada 20,65 Juta KPM, Ini Strategi Pos Indonesia

Hingga saat ini, lanjut Sadono, proses pendataan dampak gempa Blitar di Kabupaten Malang masih terus dilakukan. Selain itu, proses distribusi bantuan juga tetap dilakukan oleh tim lapangan.

“Pendataan masih terus berjalan, dan proses distribusi bantuan juga disalurkan sesuai kebutuhan. Verifikasi juga terus dilakukan tim teknis lapangan,” tukasnya.

Sebelumnya diberitakan, gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,9 SR mengguncang selatan Pulau Jawa, pada Jumat malam 21 Mei 2021 pukul 19.09 WIB. Gempa berpusat di 57 kilometer tenggara Kabupaten Blitar, dengan kedalaman 110 kilometer, ini juga dirasakan di beberapa daerah di selatan Pulau Jawa, bahkan hingga Pulau Lombok.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini