“Almarhum sebelum meninggal sudah pasang alat pembantu pada jantung untuk bertahan hidup dan jantung almarhum hanya sebelah yang berfungsi,” jelas Wiliam.
Klemen Tinal sempat terkena serangan jantung pada 21 April, tetapi masih bisa bertahan. Beliau kemudian dibawa ke Jakarta untuk pengobatan di RS Jantung Harapan dengan melakukan operasi jantung.
Namun, pada 21 Mei, Wagub Klemen Tinal akhirnya meninggal dunia.
Jenazah almarhum diterbangkan ke Papua, namun sempat mengalami keterlambatan karena pengurusan surat kelengkapan yang dibutuhkan.
(Rahman Asmardika)