Berutang Puluhan Juta di 19 Pinjol Legal dan Ilegal, Begini Nasib Guru TK Malang

Avirista Midaada, Okezone · Selasa 25 Mei 2021 17:32 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 25 519 2415387 berutang-puluhan-juta-di-19-pinjol-legal-dan-ilegal-begini-nasib-guru-tk-malang-8zXqTopcRo.jpg Ibu S. (Foto: Avirista M)

KOTA MALANG - Utang ibu S mantan guru TK di sejumlah aplikasi pinjaman online (pinjol) legal akhirnya terselesaikan. Uang yang diberikan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Malang digunakan untuk melunasi warga Sukun itu.

Kuasa Hukum S, Slamet Yuono mengatakan, pihak penyelenggara layanan aplikasi pinjol yang legal telah menghapusbukukan sejumlah pinjaman dan hanya diminta penyelesaian pokoknya saja. 

"Yang lima itu sudah clear, penyelesaian sudah clear, kami kan bertekad menyelesaikan pokoknya, tapi dari mereka (pinjol) menghapus bukukan pinjaman ibu, sehingga hasil itu akan kami laporkan ke Baznas Kota Malang," ucap Slamet saat dikonfirmasi melalui sambungan telefon pada Selasa (25/5/2021) pagi. 

Baca juga: Ngeri! Diteror hingga Diancam Dibunuh, Penagihan Utang Pinjol Ilegal Bikin Trauma

Terkait pinjaman kepada aplikasi pinjol ilegal, pihaknya meminta pihak penyelenggara pinjol ilegal itu bisa menghubungi dirinya, supaya bisa menyelesaikan perkara pinjaman yang menjerat ibu S. 

"Kami akan coba kita hubungi satu per satu, kalau ada yang alamatnya, kebetulan ada yang ada alamatnya, pinjol ilegal yang ada alamatnya. Kami akan kirimkan surat untuk datang ke kantor kami membicarakan penyelesaian pinjaman ibu. Yang ada telefon juga kami coba akan kontak," ujar Slamet. 

Pihaknya berharap, para penyelenggara pinjol ilegal yang dipinjam Ibu S ini bisa mengetahui dan menghubungi pihaknya, untuk membicarakan kelanjutan pinjaman dari mantan guru TK tersebut. 

Baca juga: Utangnya Dilunasi, Guru TK Ungkap Penyesalan Masuk Jebakan Pinjaman Online

"Saya sampaikan informasi melalui media, saya dengan ini menyarankan kepada penyelenggara pinjol ilegal yang menjerat ibu ada 19, pasti tahu semua. Saya harapkan mereka untuk menghubungi saya, kami akan mencoba akan menyelesaikan pokok dari pinjaman Bu S," ucapnya. 

"Saya sampaikan melalui media Okezone dengan harapan fintech ilegal ini mereka bisa membaca, bisa mengetahui, dan bisa menghubungi kantor kami," imbuhnya. 

Meski demikian, pihaknya masih berupaya melakukan langkah hukum terkait dugaan teror-teror penagihan yang dilakukan para debt collector kepada ibu S. 

"Langkah selanjutnya terkait pidana, tetap kami akan lanjutkan, dalam artian teror-teror ancaman yang diterima oleh ibu. Mungkin dalam minggu ini ada pemeriksaan lanjutan, itu terkait pengaduan kita pengaduan ibu di Polresta Malang," tandasnya. 

Sebelumnya, warga Malang, Melati, diteror 24 debt collector hingga nyaris bunuh diri. Tak hanya nyaris bunuh diri, Melati juga dipecat dari tempatnya mengajar, kehilangan pekerjaan sebagai guru TK dan kehilangan teman.

Setelah 13 tahun mengabdi sebagai guru TK di Malang, Melati harus menjadi sarjana. Syarat itu diwajibkan oleh pihak sekolah taman kanak-kanak tempat Melati mengajar.

Dengan menyandang gelar S1, Melati bisa menjadi guru kelas, bukan lagi sebagai guru pendamping. Atas permintaan sekolah, Melati akhirnya mengambil jenjang S1 di Universitas Terbuka (UT). Atas dasar itulah dia memanfaatkan pinjaman online yang menjerat dirinya di kemudian hari. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini